Jakarta, – Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Segmen Sayung-Demak yang tengah dibangun dan ditargetkan rampung pada tahun 2027 akan sekaligus menjadi tanggul laut atau Giant Sea Wall. Dari total panjang pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak sepanjang 10,634 kilometer, terdapat konstruksi sepanjang 6,7 kilometer yang berfungsi sebagai tanggul laut.
Jadi jalan tol yang terintegrasi dengan tanggul laut, sepanjang 6,7 kilometer. Sehingga hal itu akan berdampak pada daerah di sekitar Kaligawe sampai Sayung, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Senin (11/05/2026).
Pembangunan jalan tol tersebut bertujuan menjadi penghubung Semarang-Demak sekaligus mengatasi kemacetan di jalur nasional Semarang-Demak dan menanggulangi rob di wilayah pesisir.
Adapun proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1 dibagi menjadi tiga paket, yakni 1A, 1B yang terintegrasi dengan tanggul laut, dan 1C yang merupakan konstruksi Kolam Retensi Terboyo dan Kolam Retensi Sriwulan. Telan Anggaran Rp 10,9 Triliun Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1 terdiri dari tiga paket.
Paket 1A memiliki nilai anggaran Rp 2,02 triliun, paket 1B sebesar Rp 6,84 triliun, dan paket 1C senilai Rp 2,11 triliun. Nilai Rp 10,9 triliun itu termasuk PPN dan terkontrak sejak tahun 2022 sampai selesai tahun 2027. Kalau nilai konstruksi sebesar Rp 10,05 triliun.
Selain pembangunan jalan tol dan tanggul laut, proyek tersebut juga mencakup pembangunan dua kolam retensi di Terboyo dan Sriwulan untuk pengendalian banjir non-rob. Kolam retensi Terboyo itu seluas 189 hektar mampu menampung 6,7 juta meter kubik air, dan Kolam Retensi Sriwulan seluas 28 hektar mampu menampung 1,2 juta meter kubik air.
Kedua kolam retensi tersebut dilengkapi dengan total 10 mesin pompa, dengan kapasitas masing-masing mesin sebesar 5 meter kubik per detik. Ini untuk pengendalian banjir bukan rob.
Pakai 10 Juta Bambu
Jalan Tol Semarang-Demak terbagi menjadi dua seksi. Seksi 1 Semarang-Sayung membentang sepanjang 10,64 kilometer yang berdiri di atas laut dan masih tahap konstruksi. Sementara Seksi 2 Sayung-Demak sepanjang 16,31 kilometer berdiri di daratan dan sudah beroperasi. Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 membutuhkan material bambu dalam jumlah besar untuk mendukung pekerjaan konstruksi. Sedikitnya 10 juta batang bambu diperlukan untuk menjadi matras jalan tol di atas laut ini.
Dikutip dari laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), bambu-bambu tersebut didatangkan dari Wonogiri, Magelang, dan Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Tidak sembarangan, bambu untuk proyek tersebut juga memiliki kriteria khusus, yaitu bambunya lurus dengan panjang 8 meter dan diameter antara 8-10 sentimeter.
























