Ekosistem Film Terancam, Budi Mulyawan Dorong Demokratisasi Berbasis UMKM

Abdul Hapid

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DetikBerita.Co.Id ||Jakarta — Panitia Pelaksana Jakarta Millennial Film Festival (JMFF) 2026 diterima oleh Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Syaifullah, S.E., M.Ec., Ph.D, Kamis (26/2/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan ekosistem perfilman nasional berbasis UMKM serta sinergi program festival dengan kebijakan pemerintah.

Industri film Indonesia saat ini mampu mendominasi pangsa pasar domestik hingga 65 persen dengan lebih dari 80 juta penonton. Namun, menurut Budi Mulyawan, Pendiri Jaya Center Foundation sekaligus Pembina JMFF 2026, capaian tersebut tidak boleh membuat publik terlena. Ia menekankan pentingnya demokratisasi perfilman berbasis UMKM sebagai kebutuhan mendesak untuk masa depan industri.

“Kalau kita hanya melihat dari sisi jumlah penonton dan dominasi pasar, memang terlihat membanggakan. Tapi pertanyaannya, siapa yang paling banyak menikmati keuntungan itu? Apakah sudah merata sampai ke komunitas dan pelaku film di daerah?” ujar Budi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tantangan Regulasi dan Teknologi
Budi menilai regulasi perfilman yang ada, seperti UU No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman dan UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, perlu diperkuat agar mampu menjawab tantangan era digital. Ekspansi platform streaming dan perubahan pola konsumsi masyarakat menuntut adaptasi kebijakan yang lebih modern.

Pemerataan Kesempatan
Dalam perspektif sosial, demokratisasi berbasis UMKM dianggap sebagai jalan pemerataan kesempatan. Budi menekankan bahwa talenta dari berbagai daerah, termasuk Papua, Sumatera, Kalimantan, dan NTT, harus memiliki peluang yang sama untuk berkarya. UMKM film juga dapat menjadi laboratorium kreatif bagi SDM lokal dengan dukungan pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan manajemen.

Baca Juga:  Bersaing dengan 74 Negara,Kontingen Indonesia Sabet Posisi ke 19 di WCS 2026

Selain itu, ia menyoroti persoalan kesejahteraan pekerja film yang masih menghadapi jam kerja ekstrem dan minim jaminan sosial. “Industri ini tidak boleh hanya besar di layar, tapi rapuh di balik layar,” tegasnya.

Dampak Ekonomi dan Budaya
Budi menilai pola permodalan berbasis UMKM yang didukung pemerintah akan menciptakan efek berantai bagi ekonomi lokal. Produksi film, bahkan dalam skala kecil, mampu menggerakkan sektor jasa, membuka lapangan kerja, serta mendorong promosi pariwisata dan produk budaya daerah.

Dari sisi budaya, ia menekankan bahwa keberagaman cerita lokal adalah kunci daya saing global. “Dunia internasional tidak selalu mencari film dengan anggaran terbesar, tetapi cerita yang unik dan jujur,” ujarnya.

Investasi Jangka Panjang
Pada akhirnya, Budi menegaskan bahwa demokratisasi perfilman nasional berbasis UMKM adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Keberhasilan industri tidak boleh hanya diukur dari box office, tetapi dari seberapa adil distribusi manfaatnya.

“Industri yang sehat adalah industri yang tumbuh bersama, bukan hanya untuk segelintir pihak,” pungkasnya.

Abdul Hapid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdukcapil Meranti Pastikan Perekaman e-KTP Gratis, Warga Pedalaman Jadi Prioritas
Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Kalibaru Sambangi Masyarakat Pelabuhan,Perkuat Kamtibmas dan Cegah Kriminalitas
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Oprasi Cipta Kondisi dan Strongpoint,Pastikan Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif
Soroti Penahanan ARF, Pemuda Nusantara Berkeadilan Desak Polda Metro Jaya Beri Klarifikasi
Polda Bali Gelar Laporan Kesatuan dan Penandatanganan Memori Sertijab Kapolda Bali
Polda Bali Gelar Upacara Penyerahan Pataka “Sura Dwipa Sarva Bavena” Kepada Kapolda Baru
Tradisi Penyambutan Kapolda Bali Baru di Mako Polda Bali Berlangsung Khidmat
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Patroli Cipta Kondisi dan Strong point Apresiasi Ganguan Kamtibmas Pada Dini Hari

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Disdukcapil Meranti Pastikan Perekaman e-KTP Gratis, Warga Pedalaman Jadi Prioritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Kalibaru Sambangi Masyarakat Pelabuhan,Perkuat Kamtibmas dan Cegah Kriminalitas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Oprasi Cipta Kondisi dan Strongpoint,Pastikan Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Polda Bali Gelar Laporan Kesatuan dan Penandatanganan Memori Sertijab Kapolda Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Polda Bali Gelar Upacara Penyerahan Pataka “Sura Dwipa Sarva Bavena” Kepada Kapolda Baru

Berita Terbaru