Lembaga Adat Masyarakat Betawi (LAM Betawi), Sebuah Keniscayaan dan Angin Segar Perubahan (Wind of Change) untuk Kesejahteraan Rakyat Betawi..!

S. Erfan Nurali

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Syech Mujahidin Djenar
Ketua Umum Gemuis Betawi

Perestroika, berasal dari istilah Rusia yg berarti “Restrukturisasi” atau “Perombakan”, adalah kebijakan yg diperkenalkan oleh Presiden Mikhail Gorbachev untuk Mereformasi sistem ekonomi & Politik Negara Adidaya Uni Soviet (USSR).

Dalam konteks ini, Pergub LAM Betawi dapat diartikan sebagai perestroika bagi masyarakat Betawi, yaitu sebuah perubahan besar yg Membawa Dampak Positif bagi Kemajuan & Kesejahteraan Rakyat Betawi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

_Pergub LAM Betawi merupakan upaya untuk Memperkuat Struktur Sosial Masyarakat Adat Betawi yg heterogen & kompleks._

Jakarta sebagai kota metropolitan memiliki struktur sosial yg unik, dengan berbagai etnis & kelompok sosial yg berbeda.

Dengan Mengakui & Memperkuat Lembaga Adat Masyarakat Betawi (LAM Betawi), Pemerintah provinsi Jakarta dapat membantu memperkuat identitas & kohesi sosial masyarakat Betawi, serta meningkatkan partisipasi mereka dalam proses pengambilan keputusan yg terkait dengan pembangunan daerah.

Dalam konteks Desentralisasi Kebudayaan, Pergub LAM Betawi merupakan langkah penting untuk memperkuat identitas budaya Betawi & meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kebudayaan.

Dengan mengakui & memperkuat LAM Betawi, pemerintah provinsi Jakarta dapat membantu memperkuat Otonomi Budaya Betawi & meningkatkan kemampuan masyarakat Betawi untuk mengelola serta melestarikan kebudayaan mereka sendiri.

Dalam konteks Hubungan Kelembagaan, Pergub LAM Betawi merupakan upaya untuk memperkuat hubungan antara pemerintah provinsi Jakarta dengan masyarakat Betawi.

Dengan Mengakui & Memperkuat LAM Betawi, Pemerintah Propinsi Jakarta dapat meningkatkan partisipasi masyarakat Betawi dalam proses pengambilan keputusan yg terkait dengan pembangunan daerah, serta meningkatkan akuntabilitas & transparansi dalam Pengelolaan Kebudayaan Betawi.

Diskresi Gubernur Jakarta Pramono Anung tentang Pergub LAM Betawi memang Sangat Berpihak pada Kepentingan Rakyat Betawi, Memajukan Kebudayaan Betawi & Meningkatkan Kesejahteraan Lahir Batin Masyarakat Adat Betawi.
Ini adalah contoh nyata yg Kongkret Bagaimana Pemerintah Daerah dapat Hadir & Berperan Aktif dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Adat nya.

Baca Juga:  Kedaulatan Ekonomi: Antara Diplomasi Global dan Kekuatan dari Dalam

Pergub LAM Betawi yg di teken oleh Gubernur Pramono Anung juga akan menjadi kekuatan besar untuk Melestarikan & Mengembangkan Budaya Betawi, terutama jika disinergikan dengan Perda Pemajuan Kebudayaan Jakarta yg disahkan oleh DPRD Jakarta.
Ini akan menjadi langkah besar menuju Kemajuan & Kesejahteraan Masyarakat Adat Betawi.

Dengan Perestroika Betawi, kita dapat melihat Perubahan Besar dalam Pemajuan Kebudayaan Betawi & Peningkatan Kesejahteraan Lahir Bathin Masyarakat Adat Betawi.

Sebagai kebijakan yg diperkenalkan oleh Gubernur, Pergub LAM Betawi telah ditindaklanjuti melalui SK Gubernur Jakarta tentang Struktur Personalia Kepemimpinan Lembaga Adat Masyarakat Betawi (LAM Betawi).

Ini menjadikan LAM Betawi sebagai Organisasi Plat Merah Pemprop Jakarta yg fokus mengurusi Pemajuan Kebudayaan Betawi & Pemajuan Kesejahteraan Rakyat Betawi, dengan anggaran pembiayaan dari APBD Propinsi Jakarta.

Pergub LAM Betawi juga akan tersinergi dengan Perda Pemajuan Kebudayaan Jakarta yg disahkan oleh DPRD Jakarta, sehingga menjadi langkah besar menuju Kemajuan & Kesejahteraan Rakyat Betawi.

_”Diskresi Kepala Daerah adalah Kebijakan yg diambil oleh Kepala Daerah berdasarkan Pertimbangan & Kebijakan yg dianggap perlu untuk mencapai Tujuan Pemerintahan Daerah dalam Melayani & Mensejahterakan Rakyat nya…”_

Dalam konteks ini, Terlihat Jelas Bahwa Diskresi Gubernur Jakarta Pramono Anung telah digunakan untuk Memajukan Kebudayaan Betawi & Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Adat Betawi sebagai Sohibul Bait Pewaris Tanah Jakarta…

Terimakasih Pak Gubernur..!

_Yakin Usaha Sampai…._

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjaga Rupiah Tidak Cukup dengan Suku Bunga
Di Tengah Rivalitas Amerika–China, Indonesia Memerlukan Kedaulatan Ekonomi Rakyat
Kota Tua Jakarta Jadi Sumber Penghidupan Warga Lokal
Opini : Sultra di Persimpangan: Antara Berkah Alam dan Luka Tambang Ilegal
700 Juta Telur: Peluang atau Ketergantungan Baru?
Ketika Diplomasi Energi Mentok, Saatnya Indonesia Berdaulat dari Dalam
Kedaulatan Ekonomi: Antara Diplomasi Global dan Kekuatan dari Dalam
OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:32 WIB

Menjaga Rupiah Tidak Cukup dengan Suku Bunga

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:21 WIB

Di Tengah Rivalitas Amerika–China, Indonesia Memerlukan Kedaulatan Ekonomi Rakyat

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:59 WIB

Kota Tua Jakarta Jadi Sumber Penghidupan Warga Lokal

Sabtu, 25 April 2026 - 20:31 WIB

Opini : Sultra di Persimpangan: Antara Berkah Alam dan Luka Tambang Ilegal

Sabtu, 25 April 2026 - 13:10 WIB

700 Juta Telur: Peluang atau Ketergantungan Baru?

Berita Terbaru