JAKARTA, DETIKBERITA.CO.ID –
1 Maret 2026 — PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai Sabtu (1/3/2026). Sementara itu, harga BBM subsidi dipastikan tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyesuaian harga berlaku untuk sejumlah produk non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan harga bervariasi di tiap daerah, tergantung pada kebijakan distribusi dan struktur biaya wilayah masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax tercatat mengalami kenaikan dibandingkan periode Februari 2026. Demikian pula dengan produk diesel non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex.
Adapun harga BBM subsidi tetap, yakni Pertalite berada di kisaran Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan mengikuti tren harga minyak mentah dunia serta mengacu pada formula harga yang ditetapkan pemerintah. Peninjauan harga dilakukan secara berkala guna menyesuaikan dinamika pasar energi global.
Kebijakan ini sejalan dengan mekanisme evaluasi bulanan terhadap produk BBM non-subsidi, sehingga harga dapat berubah mengikuti fluktuasi harga minyak dan nilai tukar rupiah.
Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa kebijakan subsidi energi tetap difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok pengguna BBM bersubsidi.
Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini mencerminkan dinamika sektor energi nasional yang terus terhubung dengan perkembangan pasar global.























