Dugaan Markup Anggaran HUT ke-13 Konawe Kepulauan oleh Oknum Pejabat

Apandi Tondowatu

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 4 Mei 2026 – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) yang ke-13 yang seharusnya menjadi momentum kegembiraan bagi masyarakat, kini justru di nodai.

Pasalnya, Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Konkep diterpa isu miring terkait dugaan penggelembungan anggaran (markup) dalam pelaksanaan rangkaian acara tersebut.

Dugaan ini muncul setelah sejumlah pihak menyoroti tidak sesuaian antara besarnya anggaran yang dikucurkan dengan realitas fasilitas dan jasa yang disediakan selama acara berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nilai kontrak sewa panggung, sound system, dan dekorasi diduga jauh melampaui harga pasar normal di wilayah Sulawesi Tenggara.

Muncul kecurigaan adanya selisih antara nilai yang dibayarkan kepada penyedia jasa dengan angka yang tertera dalam laporan pertanggung jawaban.

Beberapa pengadaan logistik untuk kebutuhan acara tidak mencerminkan nilai pagu anggaran yang telah ditetapkan.

Koordinator Konsorsium Mahasiswa Indonesia Menggugat (KOMIM) Reski anandar, menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan data awal terkait rincian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) proyek tersebut.

Kami melihat ada beberapa item belanja yang sangat tidak rasional. dalam item dekorasi panggung misalnya di laporkan dengan nominal Rp. 30.000.000 hal ini tidak sesuai dengan fakta di lapangan pasalnya berdasarkan informasi yang kami himpun dinas pariwisata hanya membayar Rp. 2.000.000

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Gelora Laksanakan Sambang Dan Himbauan Kamtibmas Di Kawasan Pasar Palmerah

Oleh karena itu kami mendesak pihak Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kepolisian maupun Kejaksaan, untuk segera melakukan audit investigatif terhadap penggunaan dana HUT Konkep ke-13 di Dinas Pariwisata,” tegasnya saat diwawancarai, Senin (4/5/2026).

Kami berharap Pihak dinas pariwisata memberikan klarifikasi kepada publik agar transparansi keuangan di daerah kita dapat terlaksana dengan baik

Di sisi lain, masyarakat berharap agar perayaan hari jadi kabupaten tidak dijadikan ajang untuk meraup keuntungan pribadi oleh oknum pejabat, mengingat anggaran tersebut bersumber dari rakyat (APBD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara
RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat
Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan
Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban
SINERGITAS ALIANSI JURNALIS BERSATU DAN 4 WILAYAH SALUR KAN HEWAN KURBAN
Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah
SMAN 1 Garut Siap Jadi Pelopor “Sekolah Maung” Jawa Barat, Perkuat Tradisi Prestasi Nasional
GMPD Jakarta Gelar Unras di Kantor PLN, Desak Pencopotan Dirut PLN Usai Blackout Sumatera

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:19 WIB

RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:49 WIB

Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:32 WIB

Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:35 WIB

Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah

Berita Terbaru