Rp. 12 T APBN 2025 Mengendap Di Rekening Yayasan SPPG, Ketua Umum APKLI-P Desak Presiden Prabowo Copot Dadan dan Sony Sanjaya, dan KPK Segera Periksa Pejabat BGN

Apandi Tondowatu

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menemukan adanya pengendapan APBN 2025 direkening Yayasan SPPG (Dapur MBG) sebesar Rp 12 trilyun, sebuah dana yang sangat besar, dan seharusnya dikembalikan ke negara melalui Kementerian Keuangan RI. Beberapa waktu lalu, KPK RI juga telah menyampaikan ada 8 celah potensi korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk itu, selaku Ketua Umum Asosiasi PKL Indonesia Perjuangan (APKLI-P) mendesak KPK segera melakukan penyelidikan dugaan tindakan koruptif dan penyalahgunaan kewenangan program MBG. Karena, KPK itu bukan lembaga konsultan, bukan lembaga kajian, juga bukan juru bicara pemerintah. Melainkan Komisi Pemberantasan Korupsi yang seharusnya segera bertindak cepat dan mengusut tuntas ketika ada bau sangat menyengat dugaan korupsi program MBG, tegas Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FKUB Malang dan FKUI Jakarta ini, ketika ada banyak bau sangat menyengat dugaan tindakan koruptif dan penyalahgunaan kewenangan program MBG unggulan Presiden Prabowo seharusnya KPK RI segera bertindak cepat dan usut tuntas tanpa pandang bulu. Segera lakukan penyelidikan bahkan penyidikan. Bukan berubah wajah sebagai konsultan, pengkaji bahkan juru bicara pemerintah. Kenapa? Paling tidak ada 8 penggunaan APBN yang beraroma korupsi dan penyalahgunaan kewenangan program MBG. Yaitu; 1. Dana APBN 2025 mengendap di rekening Yayasan SPPG sebesar Rp. 12 trilyun, 2. SPPG yang di suspend bukan diberi sanksi melainkan tetap dapat insentif Rp 6 Juta/hari, 3. Praktik sogok-menyogok titik dapur MBG @Rp. 400 juta, 4. Pengadaan 21.081 motor listrik dengan harga @Rp 42 juta sebesar Rp. 1,22 trilyun, 5. Pengadaan 31 paket event organizer senilai Rp 113,9 miliar, 6. Pengadaan IT sebesar Rp. 1,2 trilyun, 7. Pengadaan alat makan untuk 315 SPPG senilai Rp 215 miliar, dan, 8. Pengadaan kaos kaki dengan harga @Rp 100 ribu per pasang sebesar 6,9 milyar.

Bagi Ketua Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 ini, setiap rupiah yang keluar dari APBN dan setiap kewenangan amanah rakyat harus dipertanggungjawabkan. Ia menggunakan peribahasa Jawa untuk menggambarkan situasi ini, ngunu yo ngunu tapi yo ngunu atau ojo kebacut.

Demi Marwah dan ruh kepemimpinan Presiden Prabowo, dimana program MBG adalah luhur dan mulia. Memiliki visi dan misi besar sebagai driver gizi generasi penerus bangsa, juga sebagai driver ekonomi rakyat pedesaan dan gang-gang perkotaan, dimana pagu APBN-nya sangat besar (2026: Rp. 335 trilyun di efisienkan menjadi Rp. 268 trilyun). Bahkan MBG adalah bagian dari instrument penegakan kedaulatan ekonomi bangsa dan penggapaian pertumbuhan ekonomi nasional 8% tahun 2029. Artinya program MBG wajib sukses tidak boleh gagal. Lebih dari itu, Presiden Prabowo telah menyatakan bahwa masih banyak masalah yang harus ditertibkan dalam program MBG, dan telah perintahkan Kepala KSP RI Dudung Abdurrahman untuk segera lakukan investigasi terhadap berbagai masalah dan adanya dugaan korupsi dilapangan. Oleh karena itu, kami mendesak Presiden Prabowo melakukan evaluasi total dan segera mencopot Kepala BGN RI, Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN RI, Sony Sanjaya. Kami juga mendesak Presiden RI ke-8 mengembalikan ruh program MBG ke kantin sekolah dan kuliner rakyat. Dan KPK RI harus segera periksa oknum pejabat BGN RI yang diduga melakukan tindakan koruptif dan menyalahgunakan kewenangan. Atau ojo suwe-suwe ben ora ambyar (jangan lama-lama agar tidak luruhkan kepercayaan rakyat), pungkas Ali Mahsun ATMO, Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) yang pernah emban Sekretaris Lembaga Sosial Mabrot PBNU 2000-2005.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apel Siaga Dilanjutkan Pengarahan Komandan Kodim 0502/Jakarta Utara
Idul Adha 1447 H, Gerakan Dapur Indonesia (GARUDA) Kembali Tunjukkan Kepeduliannya Kepada Masyarakat dengan Salurkan 5 Ekor Sapi
Profesor Elia menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Penguatan Literasi Hukum Guru
Kurban Tahunan BRI Pasar Minggu Jadi Simbol Kepedulian kepada Lingkungan
Terbukti Rusak Lingkungan, Kementerian Didesak Evaluasi Hingga Bekukan IUP dan Izin Lingkungan PT. WIN.
GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika
GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika
Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:45 WIB

Apel Siaga Dilanjutkan Pengarahan Komandan Kodim 0502/Jakarta Utara

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:34 WIB

Rp. 12 T APBN 2025 Mengendap Di Rekening Yayasan SPPG, Ketua Umum APKLI-P Desak Presiden Prabowo Copot Dadan dan Sony Sanjaya, dan KPK Segera Periksa Pejabat BGN

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:48 WIB

Idul Adha 1447 H, Gerakan Dapur Indonesia (GARUDA) Kembali Tunjukkan Kepeduliannya Kepada Masyarakat dengan Salurkan 5 Ekor Sapi

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:37 WIB

Profesor Elia menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Penguatan Literasi Hukum Guru

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:08 WIB

Terbukti Rusak Lingkungan, Kementerian Didesak Evaluasi Hingga Bekukan IUP dan Izin Lingkungan PT. WIN.

Berita Terbaru