HKTI Jawa Barat Punya Nahkoda Baru, Buky Wibawa Siap Kawal Petani Hadapi Tantangan Zaman

Erfan

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari alih fungsi lahan, fluktuasi harga komoditas, hingga minimnya regenerasi petani, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat memilih langkah konsolidasi dan pembaruan. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Bandung, Senin (15/6), Dr. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si. resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Jawa Barat untuk periode 2026–2031.

Terpilihnya Buky menandai dimulainya babak baru perjalanan HKTI Jawa Barat. Organisasi yang selama ini menjadi wadah perjuangan petani itu kini dihadapkan pada tuntutan untuk lebih adaptif, inovatif, dan mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan petani.

Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Buky menegaskan bahwa HKTI harus menjadi organisasi yang hadir dengan solusi, bukan sekadar menjadi tempat berhimpun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertanian adalah sektor strategis yang menyangkut kehidupan banyak orang. Karena itu, HKTI harus mampu menjawab kebutuhan petani hari ini sekaligus menyiapkan masa depan pertanian Jawa Barat,” ujarnya.

Tiga Agenda Besar untuk Petani Jawa Barat

Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Buky memperkenalkan tiga program prioritas yang akan menjadi arah gerak HKTI Jawa Barat dalam lima tahun ke depan, yakni Tani Sejahtera, Tani Cerdas, dan Tani Berkelanjutan.

Program Tani Sejahtera diarahkan untuk memperkuat perlindungan terhadap petani melalui pengawalan distribusi pupuk, stabilitas harga, serta perluasan akses pasar hasil pertanian.

Menurut Buky, persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani harus mendapatkan perhatian serius agar mereka memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil kerja kerasnya.

“Petani harus mendapatkan kepastian. Kepastian pupuk, kepastian pasar, dan kepastian keuntungan yang layak,” katanya.

Sementara itu, melalui program Tani Cerdas, HKTI Jawa Barat akan mendorong percepatan digitalisasi pertanian. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses produksi hingga pemasaran hasil panen.

“Teknologi harus menjadi alat yang memudahkan petani. Kita ingin petani Jawa Barat semakin siap menghadapi era digital,” ujarnya.

Adapun program Tani Berkelanjutan difokuskan pada upaya menjaga keberadaan lahan pertanian produktif serta memperkuat regenerasi petani melalui keterlibatan generasi muda.

“Kita harus memastikan pertanian memiliki penerus. Anak muda harus melihat sektor ini sebagai peluang besar, bukan pilihan terakhir,” tegas Buky.

Menghidupkan Semangat Gotong Royong

Buky juga menekankan pentingnya membangun organisasi yang kuat melalui semangat kebersamaan dan nilai-nilai budaya lokal.

Baca Juga:  Perjalanan Alya Syifa, Penyanyi Asal Ciputat yang Berjuang dari Panggung ke Panggung Sejak Tahun 2012

Ia mengajak seluruh pengurus HKTI untuk menjadikan filosofi Sunda silih asah, silih asih, silih asuh sebagai landasan dalam menjalankan organisasi dan mendampingi petani.

“Ketika kita saling berbagi ilmu, saling mendukung, dan saling membimbing, maka kekuatan organisasi akan tumbuh dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh petani,” tuturnya.

Menurutnya, keberhasilan HKTI tidak hanya ditentukan oleh pengurus, tetapi juga oleh kemampuan membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

DPN HKTI: Turun ke Sawah, Bukan Sekadar Administrasi

Musda HKTI Jawa Barat yang dihadiri 27 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari seluruh daerah di Jawa Barat mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI.

Ketua Harian I DPN HKTI, Bachtiar Utomo, menilai kekompakan organisasi menjadi modal penting untuk menghadirkan program-program yang lebih nyata dan berdampak.

Ia mengingatkan bahwa HKTI harus menjadi organisasi yang dekat dengan petani dan aktif mendampingi mereka di lapangan.

“HKTI harus eksis di tengah masyarakat. Bukan hanya aktif dalam administrasi organisasi, tetapi benar-benar turun ke sawah bersama petani,” tegas Bachtiar.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan pertanian nasional. Selain menjadi salah satu sentra produksi pangan terbesar, Jawa Barat juga merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.

Karena itu, keberhasilan HKTI Jawa Barat akan memberikan kontribusi besar terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat nasional.

Dengan kepemimpinan baru, semangat baru, dan agenda kerja yang berorientasi pada kebutuhan petani, HKTI Jawa Barat kini bersiap mengambil peran lebih besar dalam membangun pertanian yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Harapannya, petani tidak hanya menjadi pelaku produksi pangan, tetapi juga menjadi kelompok masyarakat yang semakin sejahtera dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyerahan Motor Beat Hasil Temuan di Jatinegara Kaum Kembali Ke Pemilik Asal Cianjur
Sidang Pembacaan Dakwaan Don Ritto Digelar Tim PH Siapkan Eksepsi
“Gudang Siluman Tanpa Nama Terendus Jadi Sarang Jastip di Tembesi: Diangkut Truk, Diselundupkan Lewat Kapal Kayu Dapur 6”
Sengketa Tanah Bambu Apus, Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang
Konser 30 Tahun UNGU Segera Digelar, Tiket Mayoritas Kategori Sudah Sold Out
GARPEM Sultra Desak Kejagung Evaluasi Kejati Sultra, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Tambang Nikel Kolaka panas di awal tumpul di akhir
Brimob Malut Respons Cepet, Bersinergi Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Tewil
Menyoal MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran,Pengamat SDI Angkat Bicara

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Penyerahan Motor Beat Hasil Temuan di Jatinegara Kaum Kembali Ke Pemilik Asal Cianjur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Sidang Pembacaan Dakwaan Don Ritto Digelar Tim PH Siapkan Eksepsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:29 WIB

“Gudang Siluman Tanpa Nama Terendus Jadi Sarang Jastip di Tembesi: Diangkut Truk, Diselundupkan Lewat Kapal Kayu Dapur 6”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Sengketa Tanah Bambu Apus, Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Konser 30 Tahun UNGU Segera Digelar, Tiket Mayoritas Kategori Sudah Sold Out

Berita Terbaru