Kedaulatan Ekonomi Rakyat Jawaban atas Isu Serangan terhadap Indonesia

Menanggapi narasi tentang serangan terhadap Indonesia dengan fokus pada penguatan ekonomi rakyat, UMKM, dan pasar domestik.

Admin

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Nandan Limakrisna*

Catatan “Diserang Habis-Habisan, Indonesia Tidak Jatuh” mengajak kita melihat Indonesia sebagai bangsa yang memiliki daya tahan menghadapi berbagai tekanan dan gejolak, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Pandangan tersebut patut diapresiasi karena mengingatkan kita bahwa Indonesia bukanlah negara yang mudah runtuh hanya karena perubahan situasi global atau berbagai narasi yang berkembang di ruang publik.

Namun, di balik optimisme tersebut, ada ruang diskusi lain yang menurut saya tidak kalah penting untuk diperhatikan. Bukan untuk membantah atau menegasikan pandangan tersebut, melainkan untuk memperluas perspektif mengenai tantangan yang masih dihadapi perekonomian nasional. Sebab, ketahanan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemampuannya bertahan, tetapi juga dari kekuatan fondasi yang menopang ketahanan itu sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konteks itulah saya memandang bahwa ada pertanyaan yang lebih mendasar dan perlu menjadi perhatian bersama.

Benar atau tidaknya ada “serangan terhadap Indonesia”, menurut saya bukan itu pertanyaan utamanya.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Mengapa Indonesia bisa terguncang hanya karena perubahan persepsi pasar?

Mengapa satu laporan lembaga pemeringkat, satu artikel media internasional, atau satu gelombang capital outflow bisa membuat rupiah dan pasar keuangan bergejolak?

Salah satu jawabannya terletak pada struktur ekonomi kita yang masih terlalu bergantung pada faktor eksternal.

Selama pasar rakyat belum kuat, selama UMKM belum benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian nasional, dan selama uang lebih banyak berputar di sektor keuangan daripada sektor riil, maka setiap guncangan global akan terasa besar dampaknya bagi perekonomian dalam negeri.

Ketergantungan terhadap sentimen pasar, arus modal asing, dan persepsi investor menunjukkan bahwa fondasi ekonomi rakyat masih perlu diperkuat. Akibatnya, perubahan kecil yang terjadi di luar negeri sering kali menimbulkan efek yang cukup besar di dalam negeri.

Baca Juga:  Ketika Regulasi Tabrak Aturan: Menimbang Keadilan, Kepastian Hukum, dan Masa Depan Industri Tembakau

Karena itu, perdebatan tentang ada atau tidaknya serangan asing tidak boleh membuat kita lupa pada pekerjaan utama bangsa ini.

Membangun kedaulatan ekonomi rakyat.

Melalui Snowball Business Model (SBM), rakyat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi produsen dan promotor ekonomi dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Jika ekonomi rakyat kuat, pasar domestik akan kuat.

Jika pasar domestik kuat, rupiah akan lebih kuat.

Jika rupiah kuat, Indonesia tidak perlu takut pada narasi apa pun.

Karena benteng ekonomi yang sesungguhnya bukan berada di pasar keuangan.

Benteng ekonomi yang sesungguhnya adalah rakyat yang produktif, sejahtera, dan memiliki pasar bagi produknya sendiri.

Sebab pada akhirnya, kekuatan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh seberapa tinggi indeks sahamnya atau seberapa besar arus modal yang masuk, melainkan oleh seberapa kuat rakyatnya memproduksi, berdagang, berinovasi, dan saling menghidupkan pasar dalam negerinya sendiri.

Itulah kedaulatan ekonomi yang sesungguhnya.

#snowballbusinessmodel
#sbmsolusiekonomibangsa


*) Nandan Limakrisna adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat. Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas. Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rocky Gerung Masuk Istana: Akankah Kritik Tetap Bersuara?
Pergantian Kapolri 2026: Dari Era Presisi Listyo Sigit ke Polisi Bersama Masyarakat
Mancing Bersama, Lebih Dari Sekadar Strike’: Empang HUB Gelar Turnamen yang Jadi Ruang Temu Pemancing Lintas Generasi
Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Berikan Bantuan Wakaf serta Santunan Anak Yatim
HUT ke-3 FORGAS Bali, Perkuat Komitmen Jaga Adat dan Budaya Nusantara
ShopeeVIP+ Hadirkan Pengalaman ‘Sekali Langganan, Dapat Semua’, Semakin Lengkap dengan Akses Netflix
Lewat Voting, 9 Warga Terpilih Jadi Panmus PPPSRS Kalibata City
Kuasa Hukum Sampaikan Keterangan Saksi dalam Laporan Pelanggaran Etik Polri

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Rocky Gerung Masuk Istana: Akankah Kritik Tetap Bersuara?

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:01 WIB

Pergantian Kapolri 2026: Dari Era Presisi Listyo Sigit ke Polisi Bersama Masyarakat

Senin, 21 September 2026 - 12:59 WIB

Mancing Bersama, Lebih Dari Sekadar Strike’: Empang HUB Gelar Turnamen yang Jadi Ruang Temu Pemancing Lintas Generasi

Rabu, 16 September 2026 - 11:37 WIB

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Berikan Bantuan Wakaf serta Santunan Anak Yatim

Rabu, 9 September 2026 - 14:41 WIB

HUT ke-3 FORGAS Bali, Perkuat Komitmen Jaga Adat dan Budaya Nusantara

Berita Terbaru