Peternak Ayam Petelur Grobogan Tegaskan 8 Tuntutan kepada Pemerintah: “Jangan Biarkan Peternak Gulung Tikar”

Admin

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DETIKBERITA | GROBOGAN –

Senin, 10 Agustus 2026, Suara keras peternak ayam petelur menggema di Kabupaten Grobogan. Melalui Aliansi Peternak Ayam Petelur Grobogan, para peternak menyampaikan pernyataan sikap yang menyoroti beratnya kondisi usaha peternakan sekaligus mendesak pemerintah mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan peternak rakyat.

Dalam pernyataan bertajuk “Menyelamatkan Peternak Rakyat, Menjaga Kedaulatan Pangan Bangsa”, para peternak menegaskan bahwa persoalan yang mereka hadapi bukan sekadar keluhan biasa. Tingginya biaya produksi, terutama harga pakan dan komponen peternakan, dinilai semakin menekan keberlangsungan usaha.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, harga telur di tingkat peternak disebut terjun bebas dan tidak sebanding dengan modal yang telah dikeluarkan. Akibatnya, margin keuntungan semakin hilang dan berganti dengan kerugian yang mengancam keberlangsungan usaha peternak.

“Kami hadir karena darah, keringat, dan masa depan usaha kami sedang di ambang kehancuran.”

Delapan Tuntutan Tegas Peternak

Atas kondisi tersebut, Aliansi Peternak Ayam Petelur Grobogan menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah.

1. Intervensi dan perlindungan nyata.

Pemerintah diminta memberikan perhatian serius dan perlindungan bagi peternak rakyat serta peternak mandiri yang dinilai menjadi tulang punggung peternakan nasional.

2. Kendalikan harga pakan.

Peternak mendesak pemerintah melakukan pengawasan ketat dan mengambil tindakan tegas terhadap lonjakan harga serta distribusi pakan ternak yang terus menjadi beban produksi.

3. Jaga keseimbangan harga telur.

Pemerintah diminta menjamin stabilisasi harga telur di tingkat peternak agar peternak memperoleh harga yang adil, keuntungan yang wajar, serta kepastian keberlanjutan usaha.

4. Berantas permainan rantai distribusi.

Peternak meminta kebijakan yang mampu melindungi mereka dari praktik perdagangan yang merugikan serta permainan harga di sepanjang rantai pasok.

5. Stabilkan tata niaga jagung dan pakan.

Pengawasan terhadap tata niaga jagung dan bahan baku pakan dinilai sangat penting karena tingginya biaya bahan baku menjadi salah satu akar persoalan biaya produksi.

6. Berikan kepastian hukum dan kebijakan.

Pemerintah diminta menghadirkan kebijakan tata niaga telur dan produk peternakan yang berpihak pada keberlangsungan usaha dalam jangka panjang, bukan kebijakan yang hanya bersifat sementara.

Baca Juga:  Budi Mulyawan: Film Pendek Adalah Fondasi Industri, Saatnya Bangun Ekosistem Theater Mini

7. Libatkan peternak dalam kebijakan.

Peternak meminta pemerintah melibatkan perwakilan peternak secara langsung dalam setiap perumusan kebijakan yang berkaitan dengan kehidupan dan keberlangsungan usaha ayam petelur.

8. Hadirkan solusi konkret.

Pemerintah didesak memberikan solusi taktis dan strategis secara permanen untuk mengatasi tekanan biaya produksi, bukan sekadar janji atau kebijakan yang bersifat sementara.

Peternak: Bukan Sekadar Mencari Keuntungan

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Peternak Ayam Petelur Grobogan menegaskan bahwa peternak bukan hanya pelaku usaha yang mengejar keuntungan. Mereka menyebut peternak memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan dan kedaulatan gizi bangsa.

“Peternak bukan sekadar pencari untung, tetapi pilar utama ketahanan pangan dan kedaulatan gizi bangsa ini!”

Para peternak juga memperingatkan bahwa apabila kerugian terus dibiarkan dan peternak tidak mendapatkan perlindungan, dampaknya dapat meluas terhadap ketahanan pangan.

“Jika peternak terus dibiarkan merugi, jika negara tinggal diam melihat peternak gulung tikar, maka jangan heran jika ketahanan pangan nasional akan runtuh dan krisis gizi melanda negeri!”

Aliansi menegaskan, aksi dan pernyataan tersebut bukan bentuk perlawanan terhadap negara. Sebaliknya, mereka menganggap perjuangan tersebut sebagai upaya menyelamatkan masa depan sektor peternakan dan pangan nasional.

“Kami tidak melawan negara, kami justru sedang menyelamatkan masa depan pangan negara!”

Para peternak berharap pemerintah segera membuka ruang dialog dan memberikan tindakan nyata atas tuntutan yang telah disampaikan.

Pernyataan sikap tersebut ditutup dengan seruan:

“Hidup Peternak! Hidup Peternak Rakyat! Peternak Sejahtera, Ketahanan Pangan Terjaga!”

( Dhanar Yudho S. )

Satu tanggapan untuk “Peternak Ayam Petelur Grobogan Tegaskan 8 Tuntutan kepada Pemerintah: “Jangan Biarkan Peternak Gulung Tikar””

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Patroli Dialogis Polsubsektor Inggom Perkuat Kamtibmas di Kawasan Pelabuhan
Kapolda Metro Jaya Ajak Seluruh Personil Wujudkan Semangat “Polisi Bersama Rakyat
Penyerahan Motor Beat Hasil Temuan di Jatinegara Kaum Kembali Ke Pemilik Asal Cianjur
Sidang Pembacaan Dakwaan Don Ritto Digelar Tim PH Siapkan Eksepsi
“Gudang Siluman Tanpa Nama Terendus Jadi Sarang Jastip di Tembesi: Diangkut Truk, Diselundupkan Lewat Kapal Kayu Dapur 6”
Sengketa Tanah Bambu Apus, Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang
Konser 30 Tahun UNGU Segera Digelar, Tiket Mayoritas Kategori Sudah Sold Out
GARPEM Sultra Desak Kejagung Evaluasi Kejati Sultra, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Tambang Nikel Kolaka panas di awal tumpul di akhir

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Patroli Dialogis Polsubsektor Inggom Perkuat Kamtibmas di Kawasan Pelabuhan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Kapolda Metro Jaya Ajak Seluruh Personil Wujudkan Semangat “Polisi Bersama Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Penyerahan Motor Beat Hasil Temuan di Jatinegara Kaum Kembali Ke Pemilik Asal Cianjur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Sidang Pembacaan Dakwaan Don Ritto Digelar Tim PH Siapkan Eksepsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:29 WIB

“Gudang Siluman Tanpa Nama Terendus Jadi Sarang Jastip di Tembesi: Diangkut Truk, Diselundupkan Lewat Kapal Kayu Dapur 6”

Berita Terbaru