TNI AD Soroti Pesatnya Teknologi Drone Militer, dari UCAV hingga Keamanan Siber

Lutfika Madjoka

- Penulis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, Jakarta – Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad) menyoroti perkembangan pesat teknologi pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV). Teknologi drone kini dinilai tak lagi sebatas untuk pemetaan, tetapi telah berkembang menjadi platform tempur hingga pengangkut logistik dengan kapasitas beban besar.

Pamen Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Penerbangan Puspenerbad, Kolonel Cpn Yusuf Adi Purwita, mengatakan perkembangan industri UAV dalam beberapa tahun terakhir mengalami kemajuan signifikan.

“Perkembangannya begitu pesat. Tidak seperti beberapa tahun sebelumnya di mana drone masih sedikit digunakan dan identik dengan ukuran kecil untuk pemetaan. Sekarang sudah ada untuk kargo, pemetaan dengan bentuk quadcopter, bahkan ada yang sanggup mengangkut beban hingga 200 kg,” ujar Yusuf saat menghadiri pameran teknologi drone.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

TNI Siapkan Drone Tempur Berstandar Militer

Yusuf mengatakan kebutuhan drone untuk kepentingan militer memiliki spesifikasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan drone komersial. Salah satunya adalah pengembangan Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) yang dapat digunakan sebagai platform tempur.

Untuk kebutuhan tersebut, TNI menyiapkan platform berukuran besar dengan konsep Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) UCAV.

“Untuk combat, platform kita justru yang besar, yakni Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) UCAV. Platform ini nantinya seragam, baik untuk Angkatan Darat, Laut, maupun Udara,” jelasnya.

Sementara itu, drone jenis quadcopter yang difungsikan untuk membawa amunisi maupun logistik akan ditangani oleh kecabangan lain, termasuk kecabangan Bekal dan Angkutan (Bekang).

Yusuf menambahkan, industri pertahanan dalam negeri juga dituntut mampu memenuhi kebutuhan teknologi tersebut dengan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Baca Juga:  Jaga Hak Masyarakat Pesisir, Implementasi Blue Economy Harus Adil dan Sentuh Kearifan Lokal

Menurutnya, Indonesia memiliki ketersediaan bahan baku yang cukup besar. Namun, tantangan utama terletak pada kemampuan industri nasional dalam memenuhi standar dan spesifikasi militer.

“Ketinggian, daya jelajah (endurance), dan kemampuannya tentu jauh lebih tinggi. Bahan baku di Indonesia sebenarnya sangat melimpah, tinggal bagaimana kesiapan industri nasional untuk memenuhi standar militer tersebut,” ujarnya.

Keamanan Siber Jadi Perhatian

Selain kemampuan terbang dan daya angkut, aspek keamanan siber menjadi perhatian penting dalam pengoperasian drone militer.

Yusuf menjelaskan, UAV sangat bergantung pada data link untuk menghubungkan pesawat tanpa awak dengan operator. Sistem tersebut memiliki potensi menjadi sasaran peretasan maupun gangguan komunikasi seperti jamming.

“Pesawat tanpa awak itu mengandalkan data link, sehingga sangat rawan target peretasan. Oleh karena itu, seluruh sistem komunikasi wajib terenkripsi dengan ketat,” katanya.

Karena itu, menurut Yusuf, penguatan kemampuan personel dan operator drone juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem pertahanan berbasis UAV.

“Para personel dan operator drone TNI pun terus dibekali dengan pemahaman teknologi mutakhir dan ilmu keamanan siber untuk mendukung keandalan di lapangan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Toto Utara Buka Suara soal Penonaktifan Sementara, Soroti Sengketa Dokumen Tanah
Kadisinfolahatal Dorong Industri Alutsista Dalam Negeri Berstandar Ekspor
ABB Tampilkan Teknologi Instrumentasi Modern untuk Dukung Pengelolaan Kualitas Air
KMCL Perkuat Pasokan Peralatan Industri, dari Pompa hingga Sistem Pengolahan Air
DuPont Pamerkan Teknologi Pemurnian Air dan Pemekatan Garam di Indo Water
Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Salurkan Bantuan Bedah Rumah bagi Warga Kramat,Senen
Alumni FKG Unpad Sambut Positif Family Gathering, Buka Peluang Kolaborasi Kedokteran Gigi Militer dan Swasta
THI Usul BPOM Manfaatkan AI untuk Percepat Sertifikasi Produk, Proses Izin Dinilai Terlalu Lama

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Kades Toto Utara Buka Suara soal Penonaktifan Sementara, Soroti Sengketa Dokumen Tanah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:27 WIB

TNI AD Soroti Pesatnya Teknologi Drone Militer, dari UCAV hingga Keamanan Siber

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Kadisinfolahatal Dorong Industri Alutsista Dalam Negeri Berstandar Ekspor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:33 WIB

ABB Tampilkan Teknologi Instrumentasi Modern untuk Dukung Pengelolaan Kualitas Air

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:17 WIB

KMCL Perkuat Pasokan Peralatan Industri, dari Pompa hingga Sistem Pengolahan Air

Berita Terbaru