AI dalam Jurnalisme: Antara Alat Bantu dan Ancaman Integritas

La Maseng

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi boleh berkembang. Namun hak individu tetap tidak boleh dikorbankan.

Babak Baru Jurnalisme Indonesia

Secara lebih luas, penerbitan pedoman ini menandai perubahan epistemologis dalam dunia pers. Jika dahulu tantangan utama wartawan adalah menemukan fakta, kini tantangannya bertambah: membedakan mana realitas autentik dan mana realitas sintetis.

AI mempercepat produksi informasi. Namun pada saat yang sama, ia juga memperbesar risiko manipulasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sinilah peran etik menjadi semakin penting. Jurnalisme bukan sekadar memproduksi konten, melainkan menjaga kebenaran publik.

Pedoman Dewan Pers tentang AI adalah upaya menjaga agar teknologi tidak menggerus nilai-nilai dasar pers: akurasi, independensi, tanggung jawab, dan kemanusiaan.

Pada akhirnya, pertarungan bukan antara manusia dan mesin. Pertarungan sejatinya adalah antara integritas dan kelalaian.

Dan dalam pertarungan itu, masa depan jurnalisme akan ditentukan bukan oleh kecanggihan algoritma, tetapi oleh komitmen moral para pengelolanya.


*Penulis yang lebih dikenal dengan nama panggilan Alam Massiri adalah Wartawan Muda dengan No. Sertifikat : 31254-UPDM/Wda/DP/X/2025/01/01/76, dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Wilayah Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi DKI Jakarta

Jakarta, 27 Februari 2026

La Maseng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa
Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)
Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme
Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi
Oligarkinomics vs Snowball Business Model: Ketika Kejujuran Menjadi Kekuatan Ekonomi
Undang-Undang Pers dan Regulasi Terkait: Fondasi Hukum bagi Kebebasan dan Tanggung Jawab Media
Soemitronomics dari Atas, Snowball Business Model dari Bawah
Pedoman Iklan dan Konten Bersponsor (Native Advertising): Menjaga Batas Tegas antara Informasi dan Promosi

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 07:53 WIB

OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:55 WIB

Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:35 WIB

Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:37 WIB

Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi

Senin, 16 Maret 2026 - 19:01 WIB

Oligarkinomics vs Snowball Business Model: Ketika Kejujuran Menjadi Kekuatan Ekonomi

Berita Terbaru