Arief Hidayat: Sosialisme Indonesia Harus Berpijak pada Pancasila

Dina Mariyana

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, Jakarta – Peringatan 99 Tahun Partai Nasional Indonesia (PNI) menjadi momentum untuk kembali merefleksikan gagasan kebangsaan sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai Marhaenisme sebagai dasar perjuangan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat.

Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI), Prof. Arief Hidayat, S.H., M.H., mengatakan bahwa sosialisme Indonesia memiliki karakter yang berbeda dengan sosialisme sekuler maupun komunisme.

Menurutnya, sosialisme Indonesia berakar pada nilai-nilai Pancasila, khususnya Ketuhanan Yang Maha Esa. “Sosialisme Indonesia adalah sosialisme yang religius. Setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, baik perekonomian, politik, maupun bidang lainnya, harus didasarkan pada keyakinan bangsa Indonesia terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Prof. Arief saat wawancara di Sekretariat DPP PA GMNI, Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, sosialisme Indonesia juga menempatkan rakyat sebagai orientasi utama dalam perjuangan kebangsaan. Prinsip tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun, Prof. Arief menilai praktik kehidupan bernegara saat ini masih jauh dari cita-cita para pendiri bangsa. Ia menyoroti kuatnya praktik individualisme dan liberalisme yang dinilai berpotensi melahirkan oligarki, baik dalam bidang ekonomi maupun politik.

“Kalau kita selama ini mengimplementasikan ideologi yang individualis dan akhirnya liberalis, maka lahirlah oligarki di Indonesia. Akibatnya, muncul golongan yang kaya raya, sementara rakyat belum sepenuhnya menikmati akses terhadap kemerdekaan dan kesejahteraan,” katanya.

Prof. Arief mengingatkan kembali pemikiran Bung Karno yang memandang kemerdekaan sebagai jembatan emas menuju kehidupan bersama yang sejahtera, adil, dan berdaulat. Karena itu, semangat perjuangan kebangsaan harus terus dihidupkan melalui pemahaman terhadap cita-cita awal kemerdekaan.

“Menurut Bung Karno, kemerdekaan itu adalah jembatan emas untuk menuju cita-cita kehidupan bersama yang sejahtera dan adil. Karena itu, kita harus kembali kepada cita-cita awal kemerdekaan dan garis perjuangan yang telah digariskan para pendiri negara,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Arief juga menyoroti pentingnya mengembalikan nilai Ketuhanan dalam praktik hukum dan penyelenggaraan negara. Ia menegaskan bahwa proses pembentukan maupun penegakan hukum di Indonesia seharusnya tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga menyadari adanya pertanggungjawaban moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga:  Patroli di Ilaga, Menjaga Keamanan Sambil Membangun Percakapan dengan Warga

Ia mencontohkan irah-irah dalam putusan pengadilan, yakni “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, sebagai pengingat bahwa setiap keputusan hukum memiliki konsekuensi moral dan spiritual.

“Setiap kali saya membaca putusan Mahkamah Konstitusi, saya selalu membaca irah-irah ‘Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa’. Saya selalu teringat bahwa apabila putusan yang saya ambil khilaf atau salah, saya harus memohon ampun dan bertobat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkapnya.

Menurutnya, nilai tersebut harus menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Para penyelenggara negara, termasuk pembentuk dan penegak hukum, harus menyadari bahwa seluruh tindakan yang dilakukan tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada rakyat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Peringatan 99 Tahun PNI pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kembali pemahaman terhadap Marhaenisme dan sosialisme Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Semangat tersebut dinilai penting untuk mengembalikan arah pembangunan nasional agar lebih berpihak kepada rakyat serta mendekatkan Indonesia pada cita-cita kemerdekaan.

“Kalau kita kembali kepada cita-cita para pendiri negara dan apa yang digariskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, saya kira Indonesia akan terwujud sesuai dengan cita-cita kemerdekaan. Namun, kalau kita terus menjauh dari prinsip-prinsip itu, cita-cita tersebut akan semakin jauh dari apa yang dicita-citakan bersama,” pungkas Prof. Arief.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Jakarta Utara,Bahas Kamtibmas dan Kerukunan
Tiga Calon wisatawan Rugi Rp66 Juta, Jadi Korban Penipuan Pengurusan Visa Taiwan
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan PWI-LS DKI Jakarta
JJOS Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Ganguan Kamtibmas
Ribuan Peserta Padati Monas, Kembang Latar Tegaskan Komitmen Jaga Jakarta untuk Indonesia
Khartula Berpotensi Di Musim Kemarau, Hendaknya Seluruh Forkompinda Kepulauan Riau Mawas Diri 
Meriahkan HUT RI Ke-81, DPW IPJI Kepri Akan Gelar Bakti Sosial Diberbagai Lokasi
Desak Audit Jakpro, Seniman Segel Hotel di Taman Ismail Marzuki

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Jakarta Utara,Bahas Kamtibmas dan Kerukunan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Tiga Calon wisatawan Rugi Rp66 Juta, Jadi Korban Penipuan Pengurusan Visa Taiwan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan PWI-LS DKI Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:26 WIB

JJOS Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Ganguan Kamtibmas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Ribuan Peserta Padati Monas, Kembang Latar Tegaskan Komitmen Jaga Jakarta untuk Indonesia

Berita Terbaru