Tergantung Kemampuan Anggaran Meski telah menetapkan 10 judul, Majenuddin menekankan bahwa realisasi pembahasan Raperda sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
“Apakah 10 Raperda ini bisa dibahas seluruhnya atau ada pengurangan, itu akan kita sesuaikan dengan kondisi anggaran daerah,” ungkap mantan Kepala Dinas PUPR Konawe Utara itu.
Ia menambahkan bahwa penyusunan Raperda kali ini menitikberatkan pada aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses dan masukan tokoh masyarakat. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat Konawe.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dorong Sosialisasi Agar Tak Jadi “Macan Kertas” Majenuddin juga menyoroti pentingnya penguatan fungsi regulasi DPRD. Menurutnya, selama ini fungsi pengawasan dan anggaran sudah berjalan baik, namun fungsi regulasi masih perlu ditingkatkan, terutama pada tahap implementasi.
Ia menyayangkan banyaknya Perda yang setelah disahkan hanya menjadi tumpukan dokumen tanpa penerapan efektif di lapangan.
“Salah satu kelemahannya, setelah diundangkan, sering kali berhenti di situ saja. Supaya tidak hanya menjadi tumpukan kertas di lemari, Perda harus disosialisasikan secara masif kepada masyarakat, termasuk melalui momentum reses,” pungkas mantan Ketua Perumda Konasara tersebut.
Editor Suhardin tosepu
- Reses Masa sidang II Anggota DPRD Refaldi Ferdinand, S.E, Turun Lansung Menyerap dan Menerima Usulan Warga Di daerah Pemilihannya.Serta Siap Mendorong Pembahasan Anggaran dan Koordinasi dengan OPD Kab. Konawe. - 06/04/2026
- Bamperda DPRD Kabupaten Konawe Mendorong 10 Rancangan Peraturan Daerah Tahun 2026. - 06/04/2026
- Menerima Kunjungan Kerja Sekretaris Dewan Kota Kendari ke Sekretariat Dewan Kabupaten Konawe Dalam Rangka Menjalin Keakraban Yang Baik dan Terus Mempebaharui Informasi Serta Pola Pelayanan. - 06/04/2026
Halaman : 1 2





















