Bertahan 42 Tahun, CSRA Ungkap Strategi Organic Growth dan Disiplin Biaya

Rudi

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), serta Public Expose Tahunan di Emporium Pluit, Jakarta, Rabu (20/05/2026).

PT Cisadane Sawit Raya Tbk merupakan perusahaan publik yang bergerak di sektor agribisnis dan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Berdiri sejak 1983, perusahaan berfokus pada budidaya kelapa sawit dan pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO). Hingga kini, CSRA memiliki sejumlah kebun di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan dengan total luas mencapai sekitar 29.000 hektare.

Dalam paparannya, Direktur Keuangan & Pengembangan PT Cisadane Sawit Raya Tbk, Seman Sendjaja, mengungkapkan bahwa kekuatan utama perusahaan hingga mampu bertahan selama lebih dari empat dekade terletak pada strategi pertumbuhan organik (organic growth) dan ekspansi yang dilakukan secara konservatif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berkembang secara organic growth. Selama ini kami tidak pernah mengakuisisi perusahaan perkebunan yang sudah jadi. Mayoritas yang kami ambil adalah greenfield project, sehingga kami membangun dari awal secara bertahap sesuai kemampuan modal perusahaan,” ujar Seman.

Menurutnya, ekspansi besar-besaran perusahaan baru dimulai sejak 2007. Dengan pendekatan konservatif tersebut, CSRA dinilai mampu menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri sawit nasional maupun global.

Seman juga menilai industri sawit masih memiliki prospek yang sangat baik. Menurutnya, sejak pandemi Covid-19 hingga konflik geopolitik global saat ini, harga CPO justru cenderung meningkat dan memberikan dampak positif terhadap kinerja industri sawit nasional.

“Selama harga CPO tetap baik, maka itu akan langsung berpengaruh terhadap keuntungan perusahaan. Kami tetap optimistis walaupun kondisi geopolitik global masih dinamis,” katanya.

Dalam Public Expose tersebut, manajemen memproyeksikan penjualan perusahaan pada 2026 dapat menembus Rp2 triliun. Jika target tersebut tercapai, laba bersih perusahaan juga diperkirakan mampu melampaui Rp300 miliar.

Meski demikian, perusahaan tetap berhati-hati terhadap kenaikan biaya operasional, terutama harga pupuk dan solar industri yang meningkat signifikan akibat situasi global.

Baca Juga:  Teddy Oetomo Rayakan Lonjakan 578 Juta Ton Nickel SCM, Jumran: Itu Alarm Bahaya Bagi Sungai Dan Hutan

“Tahun ini kami memilih tidak menambah dividen karena ingin menjaga cashflow perusahaan. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada dividen interim pada semester kedua 2026, tergantung kondisi keuangan perusahaan,” jelas Seman.

CSRA juga terus melakukan ekspansi dan pengembangan lahan. Tahun ini perusahaan menganggarkan pembukaan lahan baru sekitar 100 hektare yang berada di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.

Sementara itu, Direktur Operasional Vivery Jerry Denny Walukow menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan peningkatan produksi TBS sekitar 10 persen pada 2026. Selain itu, kapasitas pengolahan pabrik juga ditingkatkan hingga mencapai sekitar 700 ribu ton per tahun.

“Kami optimistis produksi semester kedua akan lebih baik karena memasuki puncak produksi tanaman sawit. Dengan pemeliharaan yang lebih intensif, kami berharap realisasi produksi bisa mencapai 95 hingga 100 persen dari target,” ujarnya.

Dalam upaya efisiensi dan mendukung energi terbarukan, CSRA juga mulai memanfaatkan kendaraan operasional berbasis listrik untuk aktivitas perkebunan. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi melonjaknya harga solar industri yang kini mencapai sekitar Rp30 ribu per liter.

“Kami sudah mulai mencoba wheel loader listrik sejak tahun lalu. Selain lebih efisien, ini juga menjadi bagian dari upaya pengurangan emisi karbon,” kata Seman.

Selain itu, perusahaan juga memperoleh tambahan pendapatan dari penjualan cangkang sawit. Dengan penggunaan boiler generasi baru yang lebih efisien, kebutuhan bahan bakar pabrik menurun sehingga menghasilkan surplus cangkang yang dapat dijual.

“Dulu cangkang dianggap limbah, sekarang justru menjadi sumber pendapatan tambahan hingga belasan miliar rupiah per tahun,” tambahnya.

Manajemen menegaskan bahwa industri sawit masih menjadi sektor yang menjanjikan karena seluruh bagian produksinya memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan secara maksimal, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara
RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat
Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan
Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban
SINERGITAS ALIANSI JURNALIS BERSATU DAN 4 WILAYAH SALUR KAN HEWAN KURBAN
Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah
SMAN 1 Garut Siap Jadi Pelopor “Sekolah Maung” Jawa Barat, Perkuat Tradisi Prestasi Nasional
GMPD Jakarta Gelar Unras di Kantor PLN, Desak Pencopotan Dirut PLN Usai Blackout Sumatera

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:19 WIB

RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:49 WIB

Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:32 WIB

Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:35 WIB

Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah

Berita Terbaru