KEBUMEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Kelompok 118 menjadikan isu pola asuh anak sebagai salah satu fokus program kerja unggulan selama masa pengabdian di Desa Wagirpandan, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen. Salah satu program yang dilaksanakan berupa sosialisasi bertajuk “Sosialisasi Parenting di Era Global”, sebagai bentuk respons terhadap kekhawatiran meluasnya pengaruh gawai dan media sosial terhadap pola asuh serta perkembangan anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Wagirpandan. Sosialisasi ini mengusung tema “Menciptakan Generasi Tangguh melalui Pola Asuh yang Hangat dan Tegas”, dan dihadiri sekitar 40 peserta dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya ibu-ibu PKK beserta keluarga, perwakilan Karang Taruna, IPNU-IPPNU, Fatayat, serta Muslimat Desa Wagirpandan.
Acara dibuka dengan sambutan Koordinator Desa kelompok KKN, Hadi Nurasyid, dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Jalannya sosialisasi dipandu oleh moderator Putri Aulia Zahra Handayani, dengan menghadirkan Eka Widiasari, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber utama. Eka merupakan dosen Psikoterapi di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto sekaligus psikolog klinis dan penulis sejumlah buku parenting, di antaranya Emphatic Love Therapy dan Psikoterapi Anak dan Remaja. Materi yang disampaikan berjudul “Mendampingi dengan Empati, Mendidik dengan Batasan”.
Latar Belakang: Alarm dari Data Kesehatan Anak
Pemilihan tema parenting sebagai program kerja berangkat dari kegelisahan bersama terhadap dampak gawai dan media sosial pada pola asuh di tengah keluarga. Kegelisahan ini turut dikonfirmasi oleh data nasional. Hasil skrining Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan periode 2025–2026 menunjukkan, dari sekitar tujuh juta anak yang menjalani pemeriksaan, hampir 10 persen di antaranya terindikasi mengalami gangguan kesehatan jiwa, dengan gejala kecemasan dan depresi yang jumlahnya mencapai ratusan ribu anak di seluruh Indonesia. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pertimbangan tim KKN dalam menyusun program sosialisasi ini, agar isu pengasuhan anak dapat lebih dipahami masyarakat sejak di tingkat desa.
Isi Materi: Keterlibatan Orang Tua di Setiap Tahap Perkembangan
Dalam pemaparannya, Eka menjelaskan pentingnya keterlibatan orang tua secara menyeluruh dalam setiap tahap perkembangan anak, mencakup aspek fisik, emosi, moral, sosial, dan kognitif. Ia turut menekankan peran ayah dalam pengasuhan, yang menurut sejumlah kajian berpengaruh signifikan terhadap perkembangan emosi dan kompetensi sosial anak.
Salah satu materi yang mendapat perhatian besar dari peserta adalah teknik “mendengarkan aktif”, yaitu pendekatan gentle parenting yang terdiri atas empat langkah: memvalidasi ucapan anak, merefleksikan emosinya, memarafrasekan cerita, dan merangkumnya kembali. Teknik ini menempatkan proses mendengarkan sebagai langkah awal sebelum orang tua memberikan nasihat kepada anak.
Materi turut disampaikan melalui permainan interaktif, yaitu Ular Tangga Emosi dan permainan tebak ekspresi menggunakan kartu mimik. Permainan ini tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga memantik sejumlah peserta untuk mengenang kembali pengalaman masa kecil mereka terkait pola asuh yang pernah diterima.
Pada sesi tanya jawab, salah satu pertanyaan yang mengemuka datang dari peserta terkait kebiasaan atau sikap terpuji yang perlu dicontohkan orang tua kepada anak. Menjawab pertanyaan tersebut, Eka menjelaskan bahwa anak belajar bukan dari perkataan, melainkan dari perilaku yang berulang kali mereka saksikan dari orang tuanya, seperti kejujuran, cara mengelola amarah, keberanian meminta maaf, dan konsistensi menepati janji. Menurutnya, keteladanan orang tua menjadi bentuk pembelajaran paling efektif yang diterima anak dalam kesehariannya.
Harapan Keberlanjutan
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara narasumber, tim KKN, dan seluruh peserta yang hadir.
Program sosialisasi parenting ini merupakan salah satu program kerja KKN Kolaborasi Kelompok 118 yang beranggotakan 13 mahasiswa lintas kampus, terdiri atas 8 perempuan dan 5 laki-laki, berasal dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Universitas Annuqoyah Madura. Melalui program ini, tim KKN berharap pemahaman mengenai pola asuh yang hangat sekaligus tegas dapat terus diterapkan warga Desa Wagirpandan dalam mendampingi tumbuh kembang anak, jauh setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Penulis: Meyga Nurcahyo Affandi, Mahasiswa KKN Kolaborasi Kelompok 118, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Desa Wagirpandan, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen.
#KKNKolaborasi118Wagirpandan#Parenting#Kebumen#PolaAsuh#DesaWagirpandan
- Jaga Jakarta On The Sport,Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sampaikan Pesan Kamtibmas Kepada Pengemudi Ojek Pangkalan dan Bajaj di Muara Angke - 30/08/2026
- Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perketat Pengamanan Embarkasi KM Tidar,1.163 Penumpang Tujuan Surabaya - 29/08/2026
- Kelompok Aktifis Sosialis:Serukan Masyarakat Tetap Tenang Krisis,dan Menolak Tindakan Anarkis - 29/08/2026























