Lebih lanjut, Fahira mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani berbagai kasus yang menjadi perhatian publik, termasuk penindakan terhadap aksi premanisme di kawasan Tanah Abang yang menyasar pedagang kecil dan sopir bajaj.
“Ini menunjukkan bahwa negara hadir dan tidak mentolerir tindakan yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fahira juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat sebagai bentuk masukan konstruktif kepada Polri. Beberapa di antaranya meliputi penguatan pemetaan wilayah rawan, intensifikasi patroli di titik-titik yang masih dianggap rentan, serta peningkatan efektivitas kanal pengaduan publik agar masyarakat lebih aktif dan percaya untuk melapor.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pendekatan preventif berbasis komunitas melalui edukasi, kolaborasi dengan organisasi masyarakat, serta pembinaan di wilayah rawan. Menurutnya, upaya pencegahan harus berjalan seiring dengan penegakan hukum yang konsisten dan terlihat oleh publik.
Fahira menegaskan kesiapan Bang Japar untuk menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga kamtibmas, termasuk dalam menyampaikan pesan-pesan keamanan, membangun kesadaran hukum, serta memperkuat peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami siap berkolaborasi demi Jakarta yang aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia berharap sinergi antara Polri dan masyarakat dapat terus diperkuat melalui komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan.
- Panglima TNI Apresiasi Dharma Pertiwi pada HUT ke-62: Perkuat Peran Keluarga Menuju Indonesia Maju - 16/04/2026
- Personel Kodim 1710/Mimika Berpartisipasi Aktif dalam Seleksi Paskibraka 2026 - 16/04/2026
- Warga Distrik Kembru Jadi Korban Penembakan TPNPB-OPM, TNI Siaga Berikan Perlindungan dan Bantu Evakuasi - 15/04/2026
Halaman : 1 2





















