HMKSI juga mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, transparan, dan bebas dari intervensi. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Jika hukum hanya berani terhadap yang lemah dan tunduk pada yang berkuasa, maka yang terjadi adalah ketidakadilan yang dilegalkan.
Kepada pihak kampus, HMKSI memberikan peringatan tegas: berhenti berlindung di balik citra institusi. Tidak ada reputasi yang lebih penting daripada keselamatan mahasiswa. Jika kampus memilih diam atau menutup-nutupi, maka kampus telah kehilangan legitimasi moralnya.
Kasus ini harus menjadi garis batas. Tidak boleh ada lagi kompromi terhadap kekerasan seksual di ruang akademik. Jika hari ini dibiarkan, maka besok akan terulang—dan korban akan terus bertambah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kampus yang membungkam korban adalah kampus yang bersekongkol dengan pelaku.”
Kontak:
Muh. Beni Saputra
Wakil Ketua Umum HMKSI
085237858837
Instagram: @BeniiiCompo
- HMKSI Guncang Dugaan Pelecehan di IAI Rawa Aopa: Hentikan Budaya Tutup Mulut, Hukum Harus Jalan! - 17/04/2026
- Bareskrim Polri di Minta Periksa Kepala Syahbandar Konut, Dalam Kasus PT. Masempo Dalle - 17/04/2026
- Tongkang Hilang, Tersangka Tak Ditahan, Mahasiswa Desak Bareskrim Segera Tahan Anton Timbang - 16/04/2026
Halaman : 1 2





















