JAKARTA – Keluhan soal tingginya tagihan listrik di apartemen semakin sering terdengar di tengah masyarakat.
Kondisi ini menjadi perhatian, terutama di saat tekanan ekonomi akibat dampak perang di kawasan Timur Tengah, membuat banyak orang harus lebih cermat dalam mengatur pengeluaran bulanan.
Direktur Operasional Inner City Management (ICM), Krisdiarto Adi Pranoto, menegaskan bahwa salah satu kunci utama untuk menekan biaya listrik adalah kesadaran dalam mengatur penggunaan perangkat elektronik di apartemen sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, penurunan pendapatan yang dirasakan sebagian masyarakat membuat efisiensi pengeluaran menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Salah satu pos pengeluaran yang bisa ditekan adalah konsumsi listrik.
“Penggunaan listrik yang tidak terkontrol bisa membuat tagihan membengkak. Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak dalam mengatur pemakaian,” ujarnya, Senin, (30/3/2026).
Hal senada disampaikan SOP Manager ICM, Hidayat. Ia menjelaskan bahwa sebenarnya ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan penghuni apartemen untuk menghemat listrik, tanpa harus mengorbankan kenyamanan.
Penyebab Tagihan Listrik Apartemen Membengkak
Selain faktor pemakaian, beberapa hal berikut juga sering menjadi penyebab utama tingginya tagihan listrik:
1. Penggunaan perangkat elektronik berdaya besar secara bersamaan
2. AC yang jarang diservis sehingga bekerja lebih berat
3. Kebiasaan membiarkan perangkat tetap terhubung ke listrik
4. Minimnya pemanfaatan cahaya dan ventilasi alami
5. Penggunaan lampu dan alat elektronik yang tidak hemat energi
Konsumsi listrik rumah tangga bisa meningkat signifikan akibat kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus tanpa disadari.
Tips Hemat Listrik untuk Penghuni Apartemen
Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut langkah-langkah sederhana yang bisa diterapkan:
1. Manfaatkan Cahaya Alami
Gunakan sinar matahari sebagai sumber pencahayaan di siang hari agar tidak bergantung pada lampu.
2. Gunakan Lampu LED
Lampu LED terbukti lebih hemat energi dan dipakai lebih lama dibanding lampu konvensional.
3. Cabut Perangkat yang Tidak Digunakan
Steker yang tetap terpasang tetap mengalirkan listrik. Selain boros, juga berisiko korsleting.
4. Kurangi Penggunaan Alat Berdaya Besar
Batasi penggunaan AC, microwave, atau perangkat besar lainnya. Pastikan juga peralatan dalam kondisi optimal.
5. Maksimalkan Ventilasi Udara
Gunakan sirkulasi udara alami atau kipas angin sebagai alternatif AC untuk mengurangi konsumsi listrik.
Selain membantu menghemat biaya, pengurangan penggunaan listrik juga berdampak positif terhadap lingkungan yang lebih sehat berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih baik, termasuk dari sisi kesehatan mental dan fisik.
Hidayat mengingatkan, langkah kecil seperti mencabut charger atau mematikan perangkat yang tidak digunakan bisa memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
“Kebiasaan sederhana bisa menjadi kunci utama penghematan. Mulai dari hal kecil, dampaknya akan terasa,” pungkasnya.
Dengan kesadaran dan pengelolaan yang tepat, tagihan listrik yang tinggi bukan lagi menjadi beban yang tak terkendali bagi penghuni apartemen.






















