Film ini juga melibatkan kolaborasi lintas negara, termasuk aktor dan sutradara asal Malaysia, Bron Palarae. Ia mengaku nyaman bekerja di bawah arahan Joko Anwar meski harus berakting dalam bahasa Indonesia.
“Arahannya sangat presisi dan membuat saya merasa percaya diri saat berakting,” kata Bron Palarae.
Selain menghadirkan aktor lintas generasi, tim produksi juga membuka audisi melalui media sosial dan memilih satu pemeran dari sekitar 700 peserta. Joko Anwar mengaku langsung menemukan sosok yang tepat begitu melihat video audisi tersebut. “Begitu kami melihat videonya, kami langsung tahu dia orang yang kami cari,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui Ghost in the Cell: Hantu di Penjara, ia berharap penonton mendapatkan pengalaman berbeda dari film horor Indonesia.
Halaman : 1 2





















