TEBING TINGGI, DETIKBERITA.CO.ID –
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Kota Tebing Tinggi menggelar rapat konsolidasi organisasi pada Senin (20/7/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kompetensi wartawan, serta mempertegas komitmen terhadap profesionalisme dan integritas insan pers.
Konsolidasi ini dihadiri Ketua DPD APPI Kota Tebing Tinggi Kongli Saragih, S.Si, Sekretaris DPD Lintong Siahaan, SH, Bendahara Rolla Mutiara Manullang, Wakil Ketua Ibnu Sakdan Situmorang, Wakil Sekretaris Ngatimin Sitohang, serta Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APPI Bastian Tampubolon, SH.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir Ketua DPD APPI Kabupaten Serdang Bedagai Budiman Manik bersama Sekretaris DPD Serdang Bedagai Derman Yatvico Simanjuntak. Kehadiran jajaran pengurus dari daerah lain menjadi bukti kuatnya sinergi antar-DPD dalam membangun organisasi pers yang semakin profesional, solid, dan berdaya saing.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Pemerintah Kota Tebing Tinggi yang diwakili Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tebing Tinggi, Desmon Simanjuntak. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya rapat konsolidasi tersebut.
Menurut Desmon, organisasi pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, edukatif, serta mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami berharap APPI terus menjadi organisasi pers yang profesional serta mampu menghadirkan pemberitaan yang berkualitas dan mencerdaskan masyarakat,” ujarnya.
Prosesi pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu Rolla Mutiara Manullang, kemudian dilanjutkan doa yang dipimpin Yusrizal Nasution sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat.
Penguatan Etika Jurnalistik dan Hukum Pers
Sesi utama diisi dengan pembekalan dari Ratama Saragih, SH., CCFA, yang mengupas pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik, penguatan etika profesi, hingga pemahaman hukum pers sebagai bekal menghadapi tantangan era digital.
Ratama dikenal sebagai konsultan publik yang memiliki pengalaman sebagai narasumber di berbagai media nasional maupun lokal. Selain itu, ia juga pernah menjadi jejaring Ombudsman Republik Indonesia, responden resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), penyandang sertifikat Corporate Forensic Auditor (CCFA), pengurus LSM LIRA, Dewan Pakar MIO Indonesia, penasihat APPI, serta alumni PKPA PERADI USI Tahun 2022.
Dalam paparannya, Ratama menegaskan bahwa seorang wartawan harus selalu menjunjung tinggi profesionalisme, menjaga independensi, mematuhi Kode Etik Jurnalistik, serta menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Integritas adalah modal utama seorang jurnalis. Kecepatan dalam menyampaikan informasi harus tetap diimbangi dengan akurasi, verifikasi, dan kepatuhan terhadap kode etik,” tegas Ratama.
Perkuat Solidaritas dan Kompetensi Wartawan
Ketua DPD APPI Kota Tebing Tinggi Kongli Saragih, S.Si mengatakan konsolidasi organisasi merupakan agenda penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi ke depan.
Menurutnya, APPI terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi yang semakin dinamis.
“Melalui konsolidasi ini kami ingin memperkuat solidaritas, meningkatkan kapasitas anggota, serta mewujudkan APPI sebagai organisasi pers yang profesional, kredibel, dan berintegritas,” ujar Kongli.
Senada dengan itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP APPI Bastian Tampubolon, SH mengajak seluruh anggota APPI menjaga marwah profesi wartawan melalui peningkatan kompetensi, etika, dan tanggung jawab dalam setiap produk jurnalistik.
“Kepercayaan publik terhadap media hanya bisa dijaga apabila wartawan tetap memegang teguh kode etik, independensi, dan profesionalisme,” kata Bastian.
Bahas Tantangan Dunia Pers Digital
Sepanjang kegiatan, peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias. Diskusi berkembang mengenai berbagai tantangan yang dihadapi media saat ini, mulai dari derasnya arus informasi digital, maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, hingga pentingnya peningkatan kompetensi wartawan melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi secara berkelanjutan.
Para peserta juga sepakat bahwa organisasi pers memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik sekaligus memperkuat literasi media di tengah masyarakat.
Kegiatan konsolidasi ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen seluruh peserta untuk terus memperkuat eksistensi APPI sebagai organisasi pers yang profesional, independen, kredibel, dan terpercaya dalam mendukung kemajuan dunia jurnalistik Indonesia.
- DPD Garda Bela Negara Nasional (GBNN) DKI Jakarta Audiensi dengan Kesbangpol Jakarta Timur, Perkuat Sinergi Wawasan Kebangsaan - 07/08/2026
- Synapse Power Perkuat Ekosistem AI Indonesia Lewat Workshop Learn Share Grow di Bogor - 07/08/2026
- Teori Sokrates dalam Penegakan Hukum: Membangun Kebenaran Materiil Melalui Dialektika pada Perkara Penghinaan Profesi Jurnalis - 06/08/2026























