Detikberita.co.id, Batam – Program Pristisius Yang di usung presiden Prabowo Subianto Tentang koperasi Merah putih sangat baik, namun pelaksanaannya terkesan dipaksakan bahkan kurang partisipasi pengawasan publik mengingat pelaksanaan program terkesan tertutup dan kurang informasi.
Menurut Ismail jika terjadi lagi kesalahan seperti program Makan Bergizi Gratis ( MBG ), sungguh sangat wajar, pada akhirnya yang begitu besar trilyunan di korupsi.
Bayangkan program yang begitu besar, masyarakat kurang informasi. Contoh seperti di Batam provinsi Kepulauan Riau, siapa yang bertanggung jawab, seperti apa proses pembangunan, bagaimana sistem tender nya, berapa besar biaya pembangunan setiap titik koperasi dan bagaimana legalitas tanah sebab untuk di Batam sangat lain, oleh karenanya pembangunan menggunakan uang negara, legalitas tanah harus jelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengingat besar sekali anggaran yang dipergunakan, dan publik tidak mendapatkan informasi, sehingga tidak bisa membantu pengawasan.
Jika di kemudian hari terjadi masalah, uang negara di korupsi seperti Program Makan Bergizi Gratis, wajar saja, program yang begitu besar dan untuk kepentingan rakyat, tetapi dilaksanakan seperti program siluman, tahu – tahu sudah ada di sebagaian titik. masyarakat bertanya tanya sehingga berita ini kami turun kan,(Lk)
- Dugaan Penyadapan Mantan Kapolri Listyo Sigit Menguak, 43 Nama Tokoh Disebut Masuk Daftar yang Beredar - 04/11/2026
- “Uji Integritas Polresta Barelang: Pelaku Tabrak Lari Ngaku Tapi Belum Ditahan, Keluarga Desak Gelar Perkara!” - 28/10/2026
- “Tersangka Kasus Laporan Palsu di Polsek Batu Ampar Tunjukkan Sikap Arogan dan Remehkan Hukum” - 27/10/2026


















