Kekhawatiran terhadap dampak AI dalam jurnalisme juga menjadi perhatian global. Profesor jurnalisme data dari New York University, Meredith Broussard, memperingatkan bahaya kepercayaan berlebihan terhadap teknologi. Sistem AI, menurutnya, sering gagal memahami kompleksitas dunia nyata dan konteks sosial manusia, sehingga berpotensi menghasilkan representasi yang keliru.
Pakar AI dan media dari London School of Economics, Charlie Beckett, menekankan bahwa eksperimen penggunaan AI tanpa pengawasan editorial dapat memicu kesalahan informasi, penyederhanaan berlebihan, hingga pemberitaan sensasional.
Sementara itu, Ketua Australian Broadcasting Corporation, Kim Williams, mengingatkan bahwa AI dapat membawa dampak sosial yang serius jika tidak diatur secara bijak, termasuk risiko terhadap kepercayaan publik, keberlangsungan media, dan kesehatan demokrasi informasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menjaga Nilai Dasar Jurnalisme
Berbagai pandangan tersebut menunjukkan satu benang merah yang sama: AI bukan sekadar alat teknis, melainkan faktor yang memengaruhi struktur produksi kebenaran publik. Dalam lingkungan media online yang bergerak sangat cepat, kesalahan kecil dapat menyebar luas, sementara kepercayaan publik dapat terkikis secara perlahan.
Selain risiko akurasi, penggunaan AI juga memengaruhi identitas profesi jurnalis. Ketergantungan pada sistem otomatis berpotensi mengurangi proses berpikir mendalam, interaksi langsung dengan realitas lapangan, serta kepekaan terhadap konteks sosial.
Karena itu, tantangan utama bukan sekadar memanfaatkan teknologi, melainkan memastikan bahwa teknologi tetap berada dalam kendali nilai-nilai jurnalistik. AI dapat mempercepat proses kerja, tetapi tidak dapat menggantikan tanggung jawab moral, pertimbangan etis, dan komitmen terhadap kebenaran.
Di tengah transformasi digital yang terus berkembang, masa depan jurnalisme tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem yang digunakan. Ia ditentukan oleh kesadaran manusia yang mengelolanya. Integritas, verifikasi, dan tanggung jawab publik tetap menjadi fondasi yang tidak dapat diotomatisasi.
*Penulis yang lebih dikenal dengan nama panggilan Alam Massiri adalah Wartawan Muda dengan No. Sertifikat : 31254-UPDM/Wda/DP/X/2025/01/01/76, dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Wilayah Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi DKI Jakarta
Jakarta, 26 Februari 2026
Halaman : 1 2





















