Milad AdNI ke-1: Serukan Keluar dari BoP dan Pertahankan Konsistensi Politik Luar Negeri RI

S. Erfan Nurali

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 11 Maret 2026 – Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Advokat Negarawan Indonesia (DPP AdNI) menggelar kegiatan konsolidasi sekaligus buka puasa bersama dalam rangka memperingati Milad ke-1 AdNI yang berlangsung di Hotel Madani Medan, Rabu (11/03/2026).

Kegiatan ini menandai perjalanan satu tahun organisasi sejak berdiri pada 10 Maret 2025 – 10 Maret 2026, dengan mengusung tema “AdNI Maju, Bersatu dan Bersinergi.”

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh sentral AdNI, di antaranya Roos Nelly selaku Ketua Dewan Pengawas, Eka Putra Zakran, SH., MH sebagai Ketua Umum, Adek Sikumbang sebagai Bendahara Umum, Yusuf Hanafi Pasaribu sebagai Wakil Ketua Umum, serta jajaran pengurus DPP AdNI lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam momentum Milad pertama tersebut, DPP AdNI juga menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait perkembangan situasi geopolitik global, khususnya konflik kemanusiaan di Palestina dan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

AdNI secara tegas menyoroti serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Ketua Umum AdNI, Eka Putra Zakran, SH., MH, menjelaskan bahwa pernyataan sikap tersebut tertuang dalam Surat Nomor: 02/KEP/DPP-AdNI/III/2026 tentang Desakan agar Pemerintah RI Keluar dari Keanggotaan Board of Peace (BoP).

Baca Juga:  Buka Puasa PP MIO Indonesia Perkuat Konsolidasi Organisasi Pers dan Profesionalisme Media

Menurutnya, langkah Indonesia bergabung dalam BoP dinilai bertentangan dengan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Pada alinea pertama disebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Sementara pada alinea keempat ditegaskan bahwa Indonesia berperan aktif dalam mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Namun demikian, AdNI menilai bahwa realitas yang terjadi justru bertolak belakang dengan semangat tersebut. Pasca bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace, lembaga yang seharusnya menjadi wadah perdamaian dunia itu dinilai tidak mampu meredam konflik, khususnya di Gaza antara Israel dan Palestina. Bahkan, Amerika Serikat bersama Israel dinilai melakukan tindakan ekspansi dan serangan militer terhadap Iran yang dianggap melanggar hukum internasional.

S. Erfan Nurali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)
Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme
Prof Nandan Limakrisna Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Perkuat Kebersamaan dan Ekonomi Berkeadilan
Ketua Umum PEWARIS Lucky Indrawan Kecam Keras Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis
Buka Puasa PP MIO Indonesia Perkuat Konsolidasi Organisasi Pers dan Profesionalisme Media
Mendag, Menteri LH bersama Wali Kota Jakarta Timur Gelar Aksi Bersih Pasar Kramat Jati
Pengeroyokan Wartawan di Bangka Belitung Saat Liputan PT PMM
Perumda Pasar Jaya Raih TOP Digital Corporate Brand Award 2026

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:55 WIB

Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:35 WIB

Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:44 WIB

Prof Nandan Limakrisna Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Perkuat Kebersamaan dan Ekonomi Berkeadilan

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:35 WIB

Ketua Umum PEWARIS Lucky Indrawan Kecam Keras Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:11 WIB

Buka Puasa PP MIO Indonesia Perkuat Konsolidasi Organisasi Pers dan Profesionalisme Media

Berita Terbaru