Suarademokrasi, Jakarta – Partai Bulan Bintang (PBB) menargetkan kembali lolos ke DPR RI pada Pemilu 2029. Berbekal kepengurusan yang didominasi tokoh muda, PBB optimistis mampu meraih 20 kursi di parlemen sekaligus melampaui ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.
Optimisme itu disampaikan Ketua DPW PBB Provinsi Maluku, Samsudin Arief, di sela peringatan HUT ke-28 PBB dan pelantikan Kesekretariatan DPP di Jakarta, 17/7/26.
Menurut Samsudin, peringatan hari jadi PBB kali ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi internal partai. Sejumlah agenda strategis digelar, mulai dari Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota DPRD PBB se-Indonesia hingga Musyawarah Wilayah (Muswil) yang diikuti pengurus dari 38 provinsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ulang tahun ini bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum konsolidasi. Kami menggelar Bimtek selama tiga hari untuk seluruh anggota DPRD serta Muswil yang dihadiri pimpinan wilayah dari seluruh Indonesia,” kata Samsudin.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari penyusunan program kerja jangka panjang untuk menghadapi agenda politik 2029. PBB juga mengandalkan regenerasi kepemimpinan dengan menghadirkan lebih banyak tokoh muda dalam struktur partai.
Samsudin menegaskan PBB memiliki target yang jelas pada Pemilu 2029. Selain menembus kembali DPR RI, partainya membidik perolehan 20 kursi di parlemen.
“Kami optimistis PBB bisa kembali ke parlemen. Target kami memperoleh 20 kursi di DPR RI dan melampaui parliamentary threshold 4 persen pada Pemilu 2029,” ujarnya.
Di tingkat daerah, PBB Maluku juga memasang target peningkatan jumlah kursi legislatif. Saat ini partai tersebut memiliki tiga kursi di DPRD Provinsi Maluku.
“Ke depan kami menargetkan keterwakilan di seluruh 11 kabupaten/kota di Maluku. Untuk DPRD Provinsi, target kami meningkat dari tiga kursi menjadi lima kursi,” pungkasnya.
Versi ini disusun dengan gaya khas detikcom: lugas, langsung pada inti berita, dan menonjolkan pernyataan narasumber sebagai fokus utama. (L)





























