KONAWE – Program beasiswa yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Konawe bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu kini tengah menjadi sorotan. Program yang menjadi bukti tekad Yusran Akbar, ST dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Konawe tersebut dinilai “jalan di tempat” atau mandek di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Kritik Keras dari Aktivis Mahasiswa
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lambannya realisasi program ini memicu reaksi keras dari kalangan aktivis. Ketua Himpunan Aktivis Muda Pengurus Besar Sulawesi Tenggara (HAM PB Sultra), Supril, menyayangkan adanya hambatan birokrasi di tingkat teknis yang justru menghambat visi besar Bupati.
“Kami sangat menyayangkan kinerja Kabag Kesra Kabupaten Konawe. Program yang luar biasa untuk peningkatan SDM ini malah mandek di meja Bagian Kesra. Kami mempertanyakan, apa sebenarnya yang dikerjakan oleh mereka?” ujar Supril kepada awak media.
Supril juga menyoroti ketidakjelasan regulasi terkait mekanisme pencairan dana beasiswa. Menurutnya, terdapat tumpang tindih instruksi yang membingungkan para mahasiswa pemohon, mahasiswa diarahkan untuk membuka rekening tabungan pribadi akan tetapi Anggaran beasiswa dikabarkan akan ditransfer langsung ke pihak kampus masing-masing sementara banyak mahasiswa yang sudah melunasi SPP/UKT secara mandiri karena batas waktu pembayaran di kampus telah lewat.
“Ini sangat aneh. Jika anggaran dicairkan ke kampus, bagaimana dengan nasib mahasiswa yang sudah terlanjur membayar SPP. Regulasi yang diterapkan Bidang Kesra sangat tidak jelas dan tidak profesional,” Tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap nasib mahasiswa, HAM Sultra mendesak Bupati Konawe untuk segera mengambil langkah tegas. Supril meminta agar kinerja Kabag Kesra dievaluasi secara menyeluruh.
“Harapan saya, Bupati Konawe segera mengevaluasi kinerja Kabag Kesra. Jika memang terbukti lamban dan tidak kompeten dalam menjalankan program strategis ini, lebih baik diganti saja,” Ucap Supril.
Menutup pernyataannya, Supril menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal persoalan ini hingga tuntas. Ia merencanakan aksi unjuk rasa dalam waktu dekat sebagai bentuk protes atas lambatnya birokrasi di Bagian Kesra.
“Insya Allah, dalam waktu dekat kami akan melakukan demonstrasi untuk mempertanyakan secara langsung kinerja Kabag Kesra yang kami nilai tidak profesional dan menghambat hak-hak mahasiswa Konawe,” pungkasnya.



















