Adrian menilai, hilangnya alat bukti tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Mereka menegaskan bahwa hal tersebut berpotensi mencederai integritas proses penegakan hukum dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Selain itu, mahasiswa juga menekankan agar aparat tidak mengabaikan peran pihak lain yang memiliki kewenangan dalam aktivitas pelayaran. Dalam hal ini, perhatian diarahkan kepada pihak Syahbandar Konawe Utara, khususnya pada Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Molawe di bawah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Mahasiswa menjelaskan bahwa setiap kapal yang akan meninggalkan pelabuhan atau jetty wajib memiliki dokumen resmi berupa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan Surat Izin Berlayar (SIB), yang berada dalam kewenangan Syahbandar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan kewenangan tersebut, mahasiswa menilai penting bagi aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak Syahbandar UPP Molawe guna memastikan tidak adanya kelalaian maupun dugaan keterlibatan dalam aktivitas pengangkutan hingga pengiriman ore ilegal dari wilayah tersebut.
“Kami tidak ingin berspekulasi, tapi fakta hilangnya tongkang harus dijelaskan secara terbuka. Semua pihak yang memiliki kewenangan harus diperiksa,” tegasnya.
Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera melakukan penahanan terhadap Anton Timbang, mengusut tuntas dugaan hilangnya kapal tongkang sebagai alat bukti, serta memeriksa seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dalam kasus ini tanpa tebang pilih.
Mahasiswa juga menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kontrol publik terhadap jalannya penegakan hukum di Indonesia. Mereka memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kalau tidak ada langkah konkret, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar. Ini bukan aksi terakhir,” tutup Adrian.
- Tongkang Hilang, Tersangka Tak Ditahan, Mahasiswa Desak Bareskrim Segera Tahan Anton Timbang - 16/04/2026
- Tim Hukum Dan Ketua Yayasan IAI Rawa Aopa Bantah Tuduhan Dugaan Pelecehan Seksual - 15/04/2026
- Semangat Kartini Ditengah Tantangan Ekonomi : Bijak Mengelola Keuangan Keluarga Adalah Kunci Ketahanan Bangsa - 12/04/2026
Halaman : 1 2





















