SELATPANJANG, DETIKBERITA.CO.ID – Keluhan terkait gas elpiji 3 kg dengan takaran yang tidak sesuai timbangan viral di media sosial Facebook dan ramai dikeluhkan warga Selatpanjang, Kepulauan Meranti.
Informasi tersebut pertama kali beredar di FB melalui salah satu akun warga yang tidak mau disebutkan namanya, yang mengaku dirugikan setelah membeli gas.
Menanggapi keluhan yang sudah beredar luas di medsos tersebut, awak media Detikberita.co.id langsung menelusuri dan menanggapi keluhan warga, sehingga berita ini diterbitkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Baru beli pagi, malam sudah habis padahal penggunaan tak banyak,” ujar seorang ibu yang sehari-hari berjualan kue di Selatpanjang, minggu (04/10/2026).
Tak hanya sampai disitu, warga yang penasaran kemudian mencoba menimbang ulang tabung gas tersebut, namun beratnya tidak sesuai yang dijual.
“Tak hanya sampai disitu juga warga yang penasaran dan menimbang tetapi berat tak sesuai yang dijual,” ungkapnya.
Kondisi ini menjadi masalah serius karena sudah banyak konsumen yang merasa dirugikan.
“Kita ingin mengetahui apa penyebabnya harus ada tindakan dari pihak dinas terkait survei lapangan supaya tidak ada lagi yang merasa dirugikan,” tegas warga.
Sesuai standar Pertamina, berat bersih gas elpiji 3 kg adalah 3 kg, dengan total berat tabung berisi sekitar 8 kg. Jika di bawah itu, patut diduga ada praktik pengurangan isi.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Perdagangan Kepulauan Meranti dan pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi.
Reporter : Syahrial



















