Viral di FB, Warga Selatpanjang Keluhkan Gas 3 Kg Cepat Habis, Timbangan Diduga Tak Sesuai Takaran

Admin

- Penulis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELATPANJANG, DETIKBERITA.CO.ID  – Keluhan terkait gas elpiji 3 kg dengan takaran yang tidak sesuai timbangan viral di media sosial Facebook dan ramai dikeluhkan warga Selatpanjang, Kepulauan Meranti.

Informasi tersebut pertama kali beredar di FB melalui salah satu akun warga yang tidak mau disebutkan namanya, yang mengaku dirugikan setelah membeli gas.

Menanggapi keluhan yang sudah beredar luas di medsos tersebut, awak media Detikberita.co.id langsung menelusuri dan menanggapi keluhan warga, sehingga berita ini diterbitkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Baru beli pagi, malam sudah habis padahal penggunaan tak banyak,” ujar seorang ibu yang sehari-hari berjualan kue di Selatpanjang, minggu (04/10/2026).

Tak hanya sampai disitu, warga yang penasaran kemudian mencoba menimbang ulang tabung gas tersebut, namun beratnya tidak sesuai yang dijual.

“Tak hanya sampai disitu juga warga yang penasaran dan menimbang tetapi berat tak sesuai yang dijual,” ungkapnya.

Kondisi ini menjadi masalah serius karena sudah banyak konsumen yang merasa dirugikan.

“Kita ingin mengetahui apa penyebabnya harus ada tindakan dari pihak dinas terkait survei lapangan supaya tidak ada lagi yang merasa dirugikan,” tegas warga.

Sesuai standar Pertamina, berat bersih gas elpiji 3 kg adalah 3 kg, dengan total berat tabung berisi sekitar 8 kg. Jika di bawah itu, patut diduga ada praktik pengurangan isi.

Baca Juga:  Pemuda Timur Deklarasi Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Sandri Rumana: Ini Amanat Reformasi

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Perdagangan Kepulauan Meranti dan pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi.

Reporter : Syahrial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Pembacaan Dakwaan Don Ritto Digelar Tim PH Siapkan Eksepsi
“Gudang Siluman Tanpa Nama Terendus Jadi Sarang Jastip di Tembesi: Diangkut Truk, Diselundupkan Lewat Kapal Kayu Dapur 6”
Sengketa Tanah Bambu Apus, Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang
Konser 30 Tahun UNGU Segera Digelar, Tiket Mayoritas Kategori Sudah Sold Out
GARPEM Sultra Desak Kejagung Evaluasi Kejati Sultra, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Tambang Nikel Kolaka panas di awal tumpul di akhir
Brimob Malut Respons Cepet, Bersinergi Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Tewil
Menyoal MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran,Pengamat SDI Angkat Bicara
Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Antisipasi Ganguan Kamtibmas di Kawasan Pelabuhan

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Sidang Pembacaan Dakwaan Don Ritto Digelar Tim PH Siapkan Eksepsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:29 WIB

“Gudang Siluman Tanpa Nama Terendus Jadi Sarang Jastip di Tembesi: Diangkut Truk, Diselundupkan Lewat Kapal Kayu Dapur 6”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Sengketa Tanah Bambu Apus, Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Konser 30 Tahun UNGU Segera Digelar, Tiket Mayoritas Kategori Sudah Sold Out

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:17 WIB

GARPEM Sultra Desak Kejagung Evaluasi Kejati Sultra, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Tambang Nikel Kolaka panas di awal tumpul di akhir

Berita Terbaru