DETIKBERITA – P Siantar | Mei 2026 – Gerakan Hasadaon Nisintua kembali menyuarakan tuntutan keras terhadap pimpinan pusat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), khususnya kepada Sekretaris Jenderal HKBP, Rikson Hutahean, agar menghentikan segala bentuk dugaan pembungkaman sosial media Jemaat yang menggunakan kata kunci HKBP seperti HKBP DALAM BERITA , HITA DO HKBP, dll untuk meredam KRITIK KRITIS JEMAAT ATAS PELAYANAN PIMPINAN HKBP SAAT.
Dalam pernyataan sikap yang berkembang di kalangan jemaat, Hasadaon Nisintua menilai bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian dari hak dasar jemaat, terlebih dalam konteks kehidupan gereja yang seharusnya menjunjung nilai-nilai kebenaran, keterbukaan, dan keadilan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekretaris Jenderal HKBP Rikson Hutahean, stop pembungkaman kebebasan jemaat untuk berpendapat,” demikian salah satu poin utama Diskusi mereka beberapa waktu.
Menurut sejumlah aktivis gereja, inilah Pertama kali Pimpinan HKBP melalui Sekjen MEMBREDEL MEDSOS JEMAAT. Mereka bertanya ADA APA DENGAN HKBP SAAT INI???
Karena kritik jemaat seharusnya diterima sebagai bentuk koreksi internal yang sehat, bukan dianggap sebagai ancaman. Mereka menyebut bahwa gereja tidak boleh dikelola dengan cara otoriter atau tertutup.
Gerakan ini juga menekankan bahwa HKBP sebagai institusi rohani dan organisasi besar harus memberi ruang dialog yang sehat, sehingga perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui mekanisme gerejawi yang benar.
Hasadaon Nisintua juga meminta agar pimpinan HKBP tidak menggunakan pendekatan intimidatif atau tekanan terhadap jemaat maupun pendeta yang menyampaikan kritik.
“Kalau jemaat sudah tidak bisa bicara, itu artinya gereja sedang menuju krisis demokrasi internal,” ungkap salah satu pemerhati HKBP.
Mereka menyatakan bahwa ruang diskusi terbuka harus dijamin, termasuk bagi jemaat yang mempertanyakan pengelolaan dana gereja, sistem kepemimpinan, serta kebijakan-kebijakan strategis lainnya.
Gerakan tersebut juga mengingatkan bahwa pembungkaman pendapat dapat memicu perpecahan di internal gereja, karena jemaat merasa tidak lagi memiliki tempat menyampaikan suara mereka.
- GMPD Jakarta Gelar Unras di Kantor PLN, Desak Pencopotan Dirut PLN Usai Blackout Sumatera - 26/05/2026
- Pemadaman Listrik Sumatera Dinilai Cerminkan Rapuhnya Infrastruktur dan Tata Kelola Sistem Kelistrikan - 24/05/2026
- Badut Gendong ‘Hidup’ di Epicentrum! Intip Kengerian Gala Premiere Monster Baru di Universe Qodrat - 23/05/2026






















