KOMIM Kembali Gelar Aksi Jilid III di KPK RI, Soroti Dugaan Markup Anggaran HUT Konkep ke-13

Apandi Tondowatu

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Senin 18 Mei 2026 – Konsorsium Mahasiswa Indonesia Menggugat (KOMIM) kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid III di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai bentuk desakan terhadap dugaan penyimpangan anggaran dalam pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) ke-13 yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Konawe Kepulauan.

Aksi jilid III tersebut merupakan bentuk konsistensi mahasiswa dalam mengawal dugaan praktik korupsi dan penggelembungan anggaran (markup) yang diduga terjadi dalam sejumlah item kegiatan perayaan HUT daerah tersebut.

Dalam orasinya, massa aksi menilai kegiatan yang seharusnya menjadi simbol kebanggaan masyarakat Konawe Kepulauan justru diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum KOMIM, Muh Zul Fian, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah data dan informasi awal terkait rincian penggunaan anggaran kegiatan HUT Konkep ke-13 yang dinilai tidak rasional.

“Kami menduga terdapat praktik markup anggaran dalam beberapa item kegiatan. Salah satunya pada item dekorasi panggung yang tercatat mencapai Rp30 juta, namun berdasarkan informasi yang kami himpun di lapangan, realisasi pembayaran diduga jauh di bawah angka tersebut,” tegas Muh Zul Fian di depan Gedung KPK RI.

Selain persoalan dekorasi panggung, KOMIM juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian antara nilai anggaran dengan fasilitas yang disediakan, mulai dari sewa panggung, sound system, perlengkapan acara, hingga pengadaan logistik kegiatan yang dinilai tidak sebanding dengan besaran anggaran yang digunakan.
Dalam aksi tersebut, KOMIM mendesak KPK RI segera turun tangan melakukan penyelidikan dan audit investigatif terhadap penggunaan anggaran kegiatan HUT Konkep ke-13.

Baca Juga:  Polsek Cempaka Putih Laksanakan Strong Point Sore Hari, Polisi Hadir untuk Kelancaran Lalu Lintas dan Keamanan Warga

Adapun tuntutan yang disampaikan KOMIM dalam aksi jilid III tersebut antara lain:

1. Mendesak KPK RI segera memeriksa Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Konawe Kepulauan beserta bendahara kegiatan.

2. Mendesak dilakukan audit investigatif terhadap seluruh penggunaan anggaran HUT Konkep ke-13.

3. Meminta KPK RI mengusut dugaan markup pada item sewa panggung, dekorasi, sound system, dan pengadaan logistik kegiatan.

4. Mendesak Disparpora Konawe Kepulauan membuka secara transparan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran kepada publik.

5. Meminta penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih.

KOMIM menegaskan bahwa seluruh anggaran yang bersumber dari APBD merupakan uang rakyat yang wajib digunakan secara bertanggung jawab dan transparan.

“Aksi jilid III ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mengawal dugaan penyalahgunaan anggaran daerah. Kami tidak ingin uang rakyat digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Jika benar terdapat dugaan korupsi, maka harus diusut hingga tuntas,” tutup Muh Zul Fian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara
RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat
Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan
Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban
SINERGITAS ALIANSI JURNALIS BERSATU DAN 4 WILAYAH SALUR KAN HEWAN KURBAN
Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah
SMAN 1 Garut Siap Jadi Pelopor “Sekolah Maung” Jawa Barat, Perkuat Tradisi Prestasi Nasional
GMPD Jakarta Gelar Unras di Kantor PLN, Desak Pencopotan Dirut PLN Usai Blackout Sumatera

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:19 WIB

RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:49 WIB

Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:32 WIB

Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:35 WIB

Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah

Berita Terbaru