PUSKLIK-Sultra Desak Mabes Polri dan Satgas PKH Usut Dugaan Tambang Bermasalah PT Pandu Urane Perkasa

Apandi Tondowatu

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 04:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Forum Kajian Lingkungan, Infrastruktur dan Korupsi Sulawesi Tenggara (PUSKLIK-Sultra) mendesak Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri serta Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk segera mengusut dugaan pelanggaran pertambangan dan penggunaan kawasan hutan yang dikaitkan dengan aktivitas PT Pandu Urane Perkasa.

Desakan tersebut disampaikan setelah PUSKLIK-Sultra menelaah sejumlah dokumen resmi pemerintah yang dinilai mengindikasikan adanya persoalan serius terkait aktivitas perusahaan tersebut. Ketua PUSKLIK-Sultra, Ujang Hermawan, menegaskan aparat penegak hukum tidak boleh menutup mata terhadap berbagai temuan yang telah tercatat dalam dokumen negara.

Menurut Ujang, salah satu dokumen yang menjadi perhatian adalah Surat Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Nomor T-1533/MB.07/DJB.T/2025 tertanggal 18 September 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Surat tersebut disebut berkaitan dengan penghentian aktivitas tertentu yang perlu ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum guna memastikan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan perizinan pertambangan.

Tidak hanya itu, PUSKLIK-Sultra juga merujuk pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Nomor 13/LHP/XVII/05/2024 yang diterbitkan Auditorat Keuangan Negara IV Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) pada 20 Mei 2024.

Dalam laporan tersebut tercantum temuan pembukaan kawasan hutan seluas kurang lebih 408,93 hektare yang dikaitkan dengan aktivitas PT Pandu Urane Perkasa.

“Temuan dalam dokumen negara tidak boleh berhenti sebagai catatan administrasi semata. Mabes Polri melalui Dirtipidter Bareskrim harus melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum dalam aktivitas pertambangan yang dilakukan perusahaan tersebut,” kata Ujang Hermawan kepada wartawan, Minggu (14/6).

PUSKLIK-Sultra menilai persoalan ini tidak hanya menyangkut aspek perizinan, tetapi juga menyentuh isu tata kelola sumber daya alam, perlindungan kawasan hutan, serta potensi kerugian lingkungan yang dapat ditimbulkan apabila aktivitas pertambangan dilakukan tanpa memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan.

Baca Juga:  Tol Semarang-Demak Sekaligus Jadi Giant Sea Wall

Karena itu, pihaknya mendesak Satgas PKH turun langsung melakukan verifikasi lapangan terhadap seluruh aktivitas yang berlangsung di wilayah izin perusahaan.

Evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi penggunaan kawasan hutan di luar ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Satgas PKH harus bergerak cepat melakukan pemeriksaan lapangan dan mengevaluasi seluruh aspek legalitas penggunaan kawasan hutan. Jika ditemukan pelanggaran, maka sanksi administratif maupun langkah hukum lain harus diterapkan secara tegas,” tegasnya.

Ujang menambahkan, lemahnya pengawasan terhadap sektor pertambangan berpotensi menciptakan preseden buruk bagi upaya penegakan hukum di sektor sumber daya alam. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas penanganan perkara menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.

PUSKLIK-Sultra menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut serta mendorong keterbukaan informasi dari seluruh lembaga yang memiliki kewenangan.

Organisasi itu juga meminta aparat penegak hukum menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala kepada publik guna menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Pandu Urane Perkasa belum memberikan keterangan resmi maupun tanggapan atas berbagai dugaan dan tuntutan yang disampaikan oleh PUSKLIK-Sultra.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak perusahaan sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tahun 2025, Laba PT Gozco Plantations, Tbk Meningkat 72,41 Persen
Terkuak, Penambangan Pasir di Desa Puusangi Bermodal Rekomtek Kadaluarsa Dari BWS Kendari.
PKBI Kota Bandung Gelar Media Conference, Perkuat Kolaborasi Penanggulangan HIV di Tengah Tantangan Pendanaan
Dua Kali Mangkir, Alasan “Kantor Tutup” Polres Jakut Dipertanyakan Hakim
Nama NJMDN Alias JJ Disorot, Dugaan Pungli Jalan Hauling Antam Pomalaa Dilaporkan ke Bareskrim Polri
Sinergitas TNI-Polri dan Stakeholder Warnai Turnamen Voli Persahabatan Hari Bhayangkara ke-80
Harapan Baru Kuta, Discovery Kartika Plaza Siap Hidupkan Pariwisata Bali
Harry Amiruddin Desak Dinas Pendidikan Mediasi Dugaan Utang Piutang Oknum Guru

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:13 WIB

Tahun 2025, Laba PT Gozco Plantations, Tbk Meningkat 72,41 Persen

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:41 WIB

Terkuak, Penambangan Pasir di Desa Puusangi Bermodal Rekomtek Kadaluarsa Dari BWS Kendari.

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:30 WIB

PKBI Kota Bandung Gelar Media Conference, Perkuat Kolaborasi Penanggulangan HIV di Tengah Tantangan Pendanaan

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:04 WIB

Nama NJMDN Alias JJ Disorot, Dugaan Pungli Jalan Hauling Antam Pomalaa Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:18 WIB

Sinergitas TNI-Polri dan Stakeholder Warnai Turnamen Voli Persahabatan Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru