Konsorsium Aktivis dan NGO Konawe Evaluasi Dua Tahun Kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati, Soroti Delapan Dugaan Persoalan Tata Kelola

Apandi Tondowatu

- Penulis

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONAWE – Konsorsium Aktivis dan NGO Konawe menyampaikan evaluasi kritis terhadap dua tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Konawe. Dalam pernyataan resminya, konsorsium menilai berbagai program yang dijanjikan melalui visi dan misi pemerintahan daerah belum memberikan hasil yang signifikan bagi masyarakat.

Koalisi aktivis tersebut menyebut bahwa setelah melakukan pemantauan, kajian lapangan, serta menerima berbagai laporan dari masyarakat, ditemukan sejumlah persoalan yang dinilai mencerminkan lemahnya tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah.

“Kami menilai selama dua tahun terakhir masih terdapat berbagai persoalan yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum. Harapan masyarakat terhadap pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada rakyat dinilai belum sepenuhnya terwujud,” demikian pernyataan Konsorsium Aktivis dan NGO Konawe.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam evaluasinya, konsorsium mengungkap delapan poin yang menjadi sorotan, yakni dugaan ketidaksesuaian volume pekerjaan pada proyek pengaspalan Jalan Oheo dengan nilai anggaran sebesar Rp5,54 miliar, dugaan penyalahgunaan anggaran dalam pembelian kendaraan dinas di tengah kebijakan efisiensi anggaran, hingga dugaan permasalahan pada proyek pembangunan STQ yang disebut belum selesai dikerjakan meski dikabarkan anggarannya telah dicairkan.

Selain itu, konsorsium juga menyoroti belum dibayarkannya secara keseluruhan gaji ke-13 ASN dan PPPK Konawe yang diduga anggarannya dialihkan ke kegiatan lain tanpa dasar hukum yang jelas.

Sorotan lainnya meliputi dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan rehabilitasi rumah jabatan Bupati, indikasi penyimpangan pada proyek rekonstruksi Jalan Lakidende, dugaan kekurangan volume pekerjaan pada proyek rekonstruksi pengaspalan Jalan Lingkar Pemda dengan pagu anggaran Rp12 miliar, serta dugaan praktik jual beli jabatan yang menurut mereka hingga kini belum mendapatkan kepastian penanganan hukum.

Atas berbagai temuan tersebut, Konsorsium Aktivis dan NGO Konawe mendesak aparat penegak hukum, yakni Kejaksaan, Kepolisian, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk melakukan audit investigatif serta menindaklanjuti seluruh dugaan tersebut secara profesional dan transparan.

Baca Juga:  Hujan Tak Surutkan Semangat, Tiga Pilar Bersama Warga Jakarta Utara Gelar Karya Bhakti Bersih Lingkungan

Mereka juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Inspektorat melakukan pemeriksaan khusus terhadap pengelolaan keuangan daerah selama dua tahun terakhir.

Selain itu, konsorsium mendesak Bupati dan Wakil Bupati Konawe memberikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat terkait berbagai persoalan yang mereka sampaikan.

“Kami tidak sedang mencari sensasi. Tujuan kami adalah mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat Konawe,” tegas perwakilan Konsorsium Aktivis dan NGO Konawe.

Konsorsium juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal jalannya pemerintahan daerah. Mereka menyatakan, apabila dalam waktu dekat tidak terdapat langkah konkret dari pemerintah maupun aparat penegak hukum, pihaknya akan menggelar aksi damai serta menyampaikan laporan resmi kepada instansi terkait di tingkat provinsi maupun nasional.

Catatan Redaksi: Berita ini memuat pernyataan dan tuntutan dari Konsorsium Aktivis dan NGO Konawe. Seluruh dugaan yang disampaikan merupakan klaim dari pihak konsorsium dan belum merupakan fakta hukum yang telah diputus oleh pengadilan. Untuk memenuhi prinsip keberimbangan, pemerintah daerah Kabupaten Konawe dan pihak-pihak yang disebutkan perlu diberikan kesempatan menyampaikan tanggapan atau klarifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendung, Jadi Ruang Cerita Yura Yunita dan Idgitaf
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Pulangkan,4 ABK Korban Penganiyaan KM Maulana,Tangis Keluarga Pecah
Samsat Kabupaten Bekasi Buka Kanal Pengaduan, Warga Bisa Lapor via WhatsApp
Gemilang Run Night 2026 Di Kelapa Dua
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema “73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia”
“Memahami Pemilu Lebih Dalam”, Ketua KPU DKI Jakarta: Pemilu Demokratis Harus Berjalan dengan Prosedur yang Pasti
Akhirnya Perwakilan Bulog Buka Suara Terkait Antrean di Beberapa Toko di Meranti
Patroli Dialogis Polsubsektor Inggom Perkuat Kamtibmas di Kawasan Pelabuhan

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Mendung, Jadi Ruang Cerita Yura Yunita dan Idgitaf

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Pulangkan,4 ABK Korban Penganiyaan KM Maulana,Tangis Keluarga Pecah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Samsat Kabupaten Bekasi Buka Kanal Pengaduan, Warga Bisa Lapor via WhatsApp

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Gemilang Run Night 2026 Di Kelapa Dua

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema “73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia”

Berita Terbaru

Berita

Mendung, Jadi Ruang Cerita Yura Yunita dan Idgitaf

Jumat, 9 Okt 2026 - 17:44 WIB

Berita

Gemilang Run Night 2026 Di Kelapa Dua

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:52 WIB