Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Puncak Pertunjukan Langit Malam

Yazid Maulana

- Penulis

Senin, 2 Maret 2026 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, DETIKBERITA.CO.ID

Indonesia akan menjadi saksi dari salah satu fenomena astronomi paling memesona pada malam ini, Selasa 3 Maret 2026. Bulan purnama akan memasuki bayangan Bumi secara penuh, menghasilkan gerhana bulan total yang akan tampak berwarna merah—sering disebut “Blood Moon”. Fenomena ini muncul karena cahaya Matahari yang dibelokkan oleh atmosfer kita menghantarkan warna kemerahan ke permukaan Bulan.

Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan total aman diamati langsung dengan mata telanjang tanpa pelindung khusus, selama langit cerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jadwal Gerhana di Indonesia (Perkiraan Waktu Local)

Fenomena gerhana akan berlangsung dalam beberapa tahap yang bisa diamati di seluruh Nusantara. Waktu berikut adalah perkiraan lokal waktu Indonesia (zona WIB, WITA, dan WIT) dari fase utama gerhana:

Di sebagian besar wilayah Indonesia (Waktu Indonesia Barat – WIB):

  • Awal fase samar (Penumbra): sekitar 15.44 WIB
  • Awal fase sebagian (mulai terlihat gelap): sekitar 16.50 WIB
  • Awal fase total (Bulan menjadi merah): sekitar 18.04 WIB
  • Puncak totalitas (warna merah paling pekat): sekitar 18.33 WIB
  • Akhir total (cahaya Bulan kembali): sekitar 19.02 WIB
  • Seluruh gerhana selesai: sekitar 20.17 WIB

Jika berada di wilayah dengan waktu WITA atau WIT, waktu ini bergeser satu atau dua jam lebih lambat sesuai zona waktu setempat. Misalnya, di WITA totalitas mulai sekitar 19.04 dan di WIT sekitar 20.04.

Apa yang Akan Terlihat?

Saat gerhana berlanjut, Anda akan melihat Bulan perlahan “tertelan” oleh bayangan Bumi. Selama fase totalitas—yang berlangsung hampir sekitar satu jam—piringan Bulan akan berubah warna menjadi merah tembaga yang hangat. Perubahan ini bukan karena Bulan berubah warna sendiri, melainkan cahaya Matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi.

Baca Juga:  AMBULANS LAUT DI KONAWE KEPULAUAN: KEBUTUHAN MENDESAK YANG TAK BOLEH DITUNDA

Saat fase totalitas mencapai puncak (sekitar 18.33 WIB di Jawa), warna merah tembus melalui langit, memberi pemandangan kontras di tengah gelapnya malam. Fenomena ini tidak membutuhkan teleskop atau alat optik untuk dinikmati, meskipun teropong bisa memperkaya pengalaman visual.

Tips Mengamati

Pilih lokasi dengan pandangan langit terbuka, jauh dari gangguan cahaya kota. Langit jernih tanpa awan tebal sangat membantu untuk menyaksikan seluruh tahapan gerhana. Siapkan pula kamera dengan tripod jika berencana mengabadikan warna Bulan yang berubah secara dramatis.

Fenomena gerhana bulan total ini tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menggemakan hukum tata surya yang presisi: Bumi, Bulan, dan Matahari tersusun dalam geometri yang sangat tepat sehingga menghasilkan bayangan yang dimainkan di langit malam kita. Pemandangan kosmik yang menyatukan jutaan pengamat di berbagai belahan dunia, dan malam ini, di seluruh Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivitas Proyek Kafe di Batam Centre Disorot, Dugaan Penggunaan Tanah Belum Terverifikasi dan Truk Diduga Langgar Arus Lalu Lintas
DPD RI: RUU Daerah Kepulauan Jadi Kunci Sejahterakan Wilayah Terluar Sekaligus Perkuat Pertahanan Negara
Asuransi Bina Dana Arta Optimistis Tumbuh 23 Persen pada 2026
Perpadi Kepri Sambut Baik Langkah Bulog Gandeng Perpadi Olah Cadangan Beras Jadi Beras Medium dan Premium
Bakamla RI Gelar Latihan Menembak di Laut
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar’Jaga Jakarta On The Sport,Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Buruh Pelabuhan Muara Angke
Menhut Raja Juli Antoni Dinilai Punya Peran Krusial dalam Jaga Kredibilitas Perdagangan Karbon Hutan
Forkopimko Jakarta Utara Bersama Tiga Pilar Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026,Perkuat Sinergi dan Jaga Kondusivitas Wilayah

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:03 WIB

Aktivitas Proyek Kafe di Batam Centre Disorot, Dugaan Penggunaan Tanah Belum Terverifikasi dan Truk Diduga Langgar Arus Lalu Lintas

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:48 WIB

DPD RI: RUU Daerah Kepulauan Jadi Kunci Sejahterakan Wilayah Terluar Sekaligus Perkuat Pertahanan Negara

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:10 WIB

Asuransi Bina Dana Arta Optimistis Tumbuh 23 Persen pada 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:35 WIB

Bakamla RI Gelar Latihan Menembak di Laut

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:53 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar’Jaga Jakarta On The Sport,Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Buruh Pelabuhan Muara Angke

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Gelanggang Permainan Superstar 21 Nagoya Disasar Razia Polsek Lubuk Baja

Kamis, 16 Jul 2026 - 00:41 WIB