Halal Bihalal GPIB: Silaturahmi Jembatan Kekuatan, Musyawarah Solusi Masalah

S. Erfan Nurali

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar Halal Bihalal pada Sabtu (11/4/2026) di Hotel Daily Inn, Jakarta Pusat. Acara yang berlangsung sejak siang hingga sore hari ini dihadiri jajaran pengurus DPP, DPW Jakarta, DPC Jakarta, serta para penasehat, pembina, dan bendahara umum GPIB KH Ahmad Syauqi, Lc., M.A.

Ketua Umum GPIB, Ir. Agung Karang, menyampaikan apresiasi atas kehadiran sejumlah tokoh. “Terima kasih atas kehadiran Ketum MIO AYS Prayogie, Ketum IPJI DR Kun Wardana, Arthur Noija SH selaku Ketum PPNT, Taufiq Rahman SE, S.Sos serta para pembina. Dr. Anto Suroto selaku Ketum APIKI juga turut hadir. Semoga halal bihalal ini menjadi momen untuk tetap bersatu dan bisa bersinergi,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ketum MIO AYS Prayogie menekankan pentingnya sinergi meski berbeda organisasi. “Perbedaan wadah tidak boleh menjadi penghalang. Justru melalui sinergi kita bisa memperkuat peran masing-masing organisasi,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Dr. Kun Wardana, Ketum IPJI, menegaskan makna silaturahmi sebagai inti halal bihalal. “Silaturahmi adalah jembatan yang memperkuat kebersamaan. Dengan silaturahmi, kita bisa menjaga komunikasi dan mempererat hubungan antar organisasi,” tuturnya.

Dr. Anto Suroto bersama Taufiq Rahman SE menyoroti pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan persoalan organisasi. “Setiap masalah harus diselesaikan dengan musyawarah. Jangan bersikap berlebihan, tapi harus tahan banting menghadapi tantangan,” tegas keduanya.

Acara juga diisi tausiyah dan doa bersama oleh Sekjen GPIB, Drs. Abdul Hapid, S.H., M.H., yang menekankan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. “Perbedaan justru bisa menjadi rahmat dan kasih sayang, jika kita mampu melihatnya sebagai kekuatan,” ujarnya dalam tausiyah.

Baca Juga:  Menteng Perkuat Pengamanan Jelang Ramadhan, Patroli Jalan Kaki Tiga Pilar Libatkan Generasi Muda

Selain itu, dalam rangkaian acara halal bihalal juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Ketum GPIB Ir. Agung Karang kepada para penasehat GPIB, yakni Dr. Kun Wardana, AYS Prayogie, dan Arthur Noija SH. Penyerahan SK ini menjadi simbol penguatan struktur organisasi sekaligus komitmen untuk memperkuat peran penasehat dalam mendukung visi dan misi GPIB.

Dalam kesempatan tersebut, Arthur Noija SH menyampaikan harapannya agar kehadiran GPIB dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Semoga GPIB bisa dirasakan kehadirannya terutama di daerah-daerah yang selama ini menjadi binaan PPNT. Kami siap bekerjasama dengan GPIB untuk memperkuat peran sosial dan pendidikan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama dan makan siang, yang menjadi ajang mempererat hubungan personal antar peserta. Halal bihalal GPIB tahun ini tidak hanya menjadi wadah untuk saling memaafkan, tetapi juga momentum memperkuat silaturahmi, musyawarah, dan kolaborasi lintas organisasi demi kepentingan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika
GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika
Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara
RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat
Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan
Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban
SINERGITAS ALIANSI JURNALIS BERSATU DAN 4 WILAYAH SALUR KAN HEWAN KURBAN
Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:39 WIB

GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:28 WIB

GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:19 WIB

RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:49 WIB

Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan

Berita Terbaru