KABAENA — Sebuah video yang memperlihatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kabaena Timur merujuk pasien menggunakan perahu kayu di tengah laut viral di media sosial, Jumat (22/5/2026).
Dalam video tersebut tampak seorang tenaga kesehatan tetap mendampingi pasien sambil memegang cairan infus selama perjalanan laut menuju fasilitas kesehatan rujukan.
Kondisi tersebut menuai perhatian dan kritik dari berbagai pihak. Ketua Caretaker KNPI Bombana, Aksan Setiawan, mendesak Pemerintah Kabupaten Bombana agar segera menyiapkan fasilitas ambulans laut untuk masyarakat Kabaena Timur guna menunjang pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Menurut Aksan, perjuangan tenaga kesehatan yang harus mempertaruhkan keselamatan di tengah laut saat merujuk pasien menjadi bukti bahwa fasilitas kesehatan di daerah kepulauan masih sangat minim.
“Pemerintah daerah harus hadir memberikan solusi nyata. Ambulans laut sangat dibutuhkan masyarakat Kabaena Timur agar proses rujukan pasien bisa lebih aman, cepat, dan layak,” ujar Aksan Setiawan.
Ia juga meminta Bupati Bombana, H. Burhanuddin, M.Si., agar segera mengambil langkah konkret demi mendukung tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kepulauan, khususnya di Kabaena Timur.
“Tenaga kesehatan di Kabaena Timur sudah bekerja maksimal dengan segala keterbatasan. Pemerintah harus memperhatikan kebutuhan mereka, terutama akses transportasi kesehatan saat merujuk pasien,” tambahnya.
Video viral tersebut mendapat banyak respons dari masyarakat dan warganet yang menilai tenaga kesehatan di wilayah kepulauan menghadapi tantangan besar dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Banyak warga berharap pemerintah segera menghadirkan fasilitas ambulans laut demi keselamatan pasien dan tenaga medis.
- FPPMMT Soroti Dugaan Lemahnya Pengawasan Syabandar Menui Kepulauan Pasca Tenggelamnya Kapal di Perairan Samarengga-Koikoila - 15/07/2026
- DPD GMN Sultra Desak Kejati Sultra Bongkar Dugaan Mafia Izin Crossing Tambang, Minta Gubernur Copot Kadis DP3APPKB Inisial RJ - 14/07/2026
- Diduga Gunakan Material dari Tambang Tanpa Izin, Proyek Pengaman Pantai Tondowolio Senilai Rp18,5 Miliar sultra monitoring corruption menyoroti - 14/07/2026
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT























