Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)

Snowball Business Model (SBM) sebagai Strategi Kedaulatan Ekonomi Rakyat Indonesia di Tengah Dinamika Global Selat Hormuz

Alam Massiri

- Penulis

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Nandan Limakrisna

Selat Hormuz dan Kekuatan Arus Ekonomi

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menempatkan Selat Hormuz sebagai pusat perhatian dunia. Jalur sempit ini menjadi lintasan sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Dalam berbagai analisis, muncul narasi bahwa negara yang mampu menguasai jalur tersebut memiliki kekuatan ekonomi yang sangat besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun pelajaran paling penting dari Selat Hormuz bukan hanya soal minyak atau tarif kapal tanker. Intinya adalah satu: siapa yang menguasai arus ekonomi, dia yang berkuasa.

Potensi Besar Indonesia

Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang jauh lebih besar. Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia memiliki pasar domestik yang luar biasa.

Ditambah dengan jutaan pelaku UMKM dan kekayaan sumber daya alam, Indonesia seharusnya mampu menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri.

Masalahnya bukan pada potensi, tetapi pada sistem.

Selama ini, ekonomi Indonesia masih banyak bertumpu pada pasar global, investasi eksternal, dan kebijakan jangka pendek. Sementara itu, kekuatan ekonomi rakyat belum terbangun dalam satu sistem yang terintegrasi. Akibatnya, arus ekonomi nasional belum sepenuhnya dikuasai oleh masyarakat sendiri.

Kedaulatan Ekonomi Rakyat

Di sinilah pentingnya membangun kedaulatan ekonomi rakyat.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Snowball Business Model (SBM), yaitu model ekonomi berbasis komunitas yang membangun pasar dari dalam masyarakat itu sendiri.

Prinsip Snowball Business Model (SBM)

Prinsip SBM sangat sederhana, tetapi memiliki dampak yang kuat:

Baca Juga:  Konflik Seleksi Perangkat Desa Purwasaba: Kades Hoho dan LSM Harimau Bersitegang, Posbakumdes Tawarkan Mediasi

Pertama, anggota sebagai produsen.
Masyarakat didorong untuk menghasilkan produk atau jasa yang memiliki nilai ekonomi.

Kedua, anggota sebagai konsumen.
Produk yang dihasilkan oleh anggota dikonsumsi oleh anggota lainnya dalam komunitas tersebut.

Ketiga, anggota sebagai promotor.
Setiap anggota berperan aktif mempromosikan produk anggota lainnya kepada jaringan yang lebih luas.

Efek Bola Salju dalam Ekonomi

Dengan tiga prinsip ini, terbentuk suatu sistem ekonomi yang tidak bergantung pada pasar luar, melainkan tumbuh dari dalam komunitas.

Pasar terbentuk secara alami, kemudian berkembang semakin besar seperti bola salju.

Dalam konteks ini, SBM dapat menjadi “Selat Hormuz versi domestik” bagi Indonesia.

Bukan dalam bentuk jalur fisik, tetapi dalam bentuk arus ekonomi yang dikuasai oleh rakyat sendiri.

Alam Massiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa
PT Boni Internasional Multi Media Group Perkuat Peran Sosial di Tengah Pertumbuhan Media Digital
Lomba Kapal Nelayan Tradisional Meriahkan Gelora Bahari Seribu Utara 2026, Dorong Wisata dan Ekonomi Lokal
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 3,39 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Travoy Jadi Andalan Pemudik
Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme
Prof Nandan Limakrisna Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Perkuat Kebersamaan dan Ekonomi Berkeadilan
Ketua Umum PEWARIS Lucky Indrawan Kecam Keras Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis
Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 07:53 WIB

OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:04 WIB

PT Boni Internasional Multi Media Group Perkuat Peran Sosial di Tengah Pertumbuhan Media Digital

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:55 WIB

Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:59 WIB

Lomba Kapal Nelayan Tradisional Meriahkan Gelora Bahari Seribu Utara 2026, Dorong Wisata dan Ekonomi Lokal

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:57 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 3,39 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Travoy Jadi Andalan Pemudik

Berita Terbaru

Berita

Lanal Sabang Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Prajurit

Kamis, 2 Apr 2026 - 20:18 WIB