BANJARNEGARA, DETIKBERITA.CO.ID —
Konflik terkait seleksi perangkat desa di Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara masih menjadi perhatian publik hingga Senin, 16 Maret 2026.
Ketegangan yang sempat memicu kericuhan antara massa aksi dan Kepala Desa Welas Yuni Nugroho atau Hoho Alkaf itu kini diharapkan dapat diselesaikan melalui jalur mediasi setelah Pos Bantuan Hukum Desa (Posbakumdes) menyatakan kesiapan memfasilitasi dialog antar pihak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Posbakumdes, Edi Prastio, menyatakan bahwa pihaknya siap menjadi mediator dengan menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dipermades) Kabupaten Banjarnegara serta Dispermades Provinsi Jawa Tengah.
“Posbakumdes siap menjadi mediator dalam penyelesaian konflik pemilihan perangkat desa di Desa Purwasaba dengan menggandeng Dipermades Kabupaten Banjarnegara maupun Dispermades Provinsi Jawa Tengah,” ujar Edi Prastio, Senin (16/3/2026).
Timeline Singkat Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun hingga 16 Maret 2026, konflik bermula dari polemik hasil seleksi perangkat desa yang menimbulkan ketidakpuasan sebagian pihak.
Awal Maret 2026
Pemerintah Desa Purwasaba melaksanakan proses penjaringan dan seleksi perangkat desa untuk mengisi sejumlah posisi di pemerintahan desa.
Setelah pengumuman hasil seleksi
Sejumlah peserta dan kelompok masyarakat mempertanyakan transparansi proses seleksi serta meminta agar penjaringan diulang.
11 Maret 2026
Sejumlah massa mendatangi Balai Desa Purwasaba untuk melakukan aksi protes dan audiensi dengan pemerintah desa.
Dalam dialog tersebut, pemerintah desa menyatakan bahwa proses seleksi telah dilakukan sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku.
Usai audiensi
Situasi memanas ketika Kepala Desa Hoho keluar dari aula balai desa menuju kendaraan dinasnya. Kerumunan massa mendekat hingga terjadi desakan yang kemudian berujung kericuhan.
Hoho mengaku menjadi korban pengeroyokan dalam kejadian tersebut.
“Saya dipukul dari berbagai arah ketika keluar dari aula. Kacamata saya pecah dan pakaian dinas saya juga rusak,” ujar Hoho dalam keterangannya.
Sementara itu, kelompok yang disebut berasal dari LSM Harimau membantah tudingan pengeroyokan dan menyatakan memiliki rekaman video utuh yang menunjukkan kronologi kejadian.
Halaman : 1 2 Selanjutnya





















