Ormat Pamerkan Teknologi Panas Bumi, Dorong Percepatan Pengembangan EBT di Indonesia

Lutfika Madjoka

- Penulis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, JAKARTA – Perusahaan energi terbarukan Ormat memamerkan teknologi pengembangan energi panas bumi (geothermal) dalam ajang pameran energi nasional di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Keikutsertaan Ormat dalam pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan teknologi dan proyek panas bumi kepada para pemangku kepentingan, sekaligus mendorong percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.

Technical Director Ormat Remy Harimanda mengatakan, pameran menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai pengembangan panas bumi yang dilakukan perusahaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Target pameran ini untuk menyosialisasikan kegiatan kita kepada para stakeholder dan memberikan gambaran terkait proyek-proyek yang sedang dilakukan,” ujar Remy di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, peningkatan pemahaman mengenai teknologi dan proyek panas bumi diharapkan dapat menciptakan kesadaran yang lebih luas sekaligus mendukung percepatan pengembangan energi panas bumi di Indonesia.

“Harapan kita bisa membantu memberikan awareness serta mempercepat proses pengembangan panas bumi di Indonesia ke depannya,” katanya.

Garap Enam Wilayah Konsesi

Remy menjelaskan, Ormat telah berdiri sejak 1965 dan memiliki pengalaman lebih dari 60 tahun di sektor energi. Perusahaan tersebut memiliki fokus utama pada pengembangan energi panas bumi.

Selain geothermal, Ormat juga mengembangkan bisnis energy storage berbasis baterai serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau solar photovoltaic (PV) di Amerika Serikat.

Di Indonesia, saat ini Ormat tengah mengembangkan enam wilayah konsesi yang masih dalam tahap ongoing.

Dalam pengembangan sejumlah proyek tersebut, Ormat bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk perusahaan BUMN seperti PT PLN (Persero) di dua lapangan.

Ormat juga menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang swasta Archid Mining untuk pengembangan proyek di Toka Tindung.

Remy mengatakan, kemitraan menjadi bagian penting dalam tahapan pengembangan proyek panas bumi, terutama ketika proyek memasuki tahap pengembangan.

“Hampir semuanya nanti ketika pada masa pengembangan kita membutuhkan mitra. Pada saat eksplorasi saja kita masih sendiri,” jelasnya.

Baca Juga:  MMIX Percepat Ekspansi Pabrik Popok Berkapasitas 1,8 Miliar Unit per Tahun

Biaya Pengeboran Jadi Tantangan

Di sisi lain, Remy menilai regulasi pengembangan panas bumi di Indonesia saat ini sudah cukup komprehensif dibandingkan dengan sejumlah negara lain.

Namun, penerapan berbagai ketentuan tersebut juga memiliki konsekuensi terhadap biaya pengembangan proyek yang relatif tinggi.

Salah satu tantangan utama adalah biaya pengeboran sumur panas bumi yang menurut dia dapat mencapai sekitar dua kali lipat dibandingkan biaya pengeboran di Amerika Serikat.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari karakteristik lokasi proyek panas bumi di Indonesia yang banyak berada di kawasan terpencil, termasuk wilayah pegunungan dan kepulauan.

“Di Amerika, ngebor satu sumur bisa di bawah USD 5 juta. Di Indonesia rata-rata USD 10 juta per sumur karena butuh investasi infrastruktur seperti jalan,” kata Remy.

Menurut dia, tingginya biaya investasi tersebut turut berdampak pada keekonomian pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Tarif listrik yang dihasilkan masih berada di atas tingkat harga yang dinilai ekonomis bagi PLN sehingga menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat pembangunan PLTP.

Meski demikian, Ormat menyatakan terus membawa teknologi dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi pengembangan panas bumi di Indonesia.

Remy menegaskan, perusahaan ingin menunjukkan bahwa proyek panas bumi tetap dapat dikembangkan dengan biaya yang lebih efisien melalui penerapan teknologi dan inovasi.

“Kami justru ingin membawa angin perubahan, memberikan contoh bahwa kami bisa mengembangkan panas bumi dengan biaya yang lebih murah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ichsanuddin Noorsy: Ekonom Struktural Yang Tersisa (Bagian-1)
Masjid Jami Al-Fajri Pejaten Barat Terima Dukungan TJSL BRI untuk Pengembangan Fasilitas
Pastikan Aksi Berjalan Damai, Jalih Pitoeng Hadiri Aksi Warga Pati di DPR MPR
Dukung Tuntutan Aksi PERAMPASAN ASET, Jalih Pitoeng Ajak Peserta Aksi Jaga KETERTIBAN Demi KEMURNIAN Aksi
FORMASI: Usut Tuntas Kasus KUR Jember, Apresiasi Langkah BNI Buka Temuan Internal
FPPI Sebut PT GAM Bersedia Bayar Ganti Rugi Lahan Petani Kutai Timur
Hormati Hak Konstitusional Warga Negara, Jalih Pitoeng Dukung Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa 27 Agustus di Jakarta
Meriahkan HUT RI ke-81, Pewaris Gelar Turnamen Biliar Nine Ball di Jakarta

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Ichsanuddin Noorsy: Ekonom Struktural Yang Tersisa (Bagian-1)

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Masjid Jami Al-Fajri Pejaten Barat Terima Dukungan TJSL BRI untuk Pengembangan Fasilitas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Pastikan Aksi Berjalan Damai, Jalih Pitoeng Hadiri Aksi Warga Pati di DPR MPR

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:59 WIB

Dukung Tuntutan Aksi PERAMPASAN ASET, Jalih Pitoeng Ajak Peserta Aksi Jaga KETERTIBAN Demi KEMURNIAN Aksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:44 WIB

FORMASI: Usut Tuntas Kasus KUR Jember, Apresiasi Langkah BNI Buka Temuan Internal

Berita Terbaru