Perempuan dituntut tidak hanya cerdas secara emosional dan sosial, tetapi juga rasional dalam mengambil keputusan ekonomi. Kemampuan mengelola pendapatan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyusun skala prioritas menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan keluarga.
“Perempuan hari ini adalah Kartini modern yang tidak hanya berjuang di ruang domestik, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekonomi rumah tangga. Sikap bijaksana dalam pengelolaan keuangan menjadi bentuk nyata dari kemandirian dan kecerdasan perempuan Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kondisi ekonomi nasional yang saat ini diwarnai dengan tantangan daya beli masyarakat, inflasi, serta tekanan ekonomi global harus disikapi dengan penguatan ketahanan ekonomi mikro, yakni keluarga sebagai unit terkecil.
“Jika setiap keluarga mampu mengelola keuangannya dengan baik, maka secara agregat akan berdampak pada stabilitas ekonomi nasional. Di sinilah perempuan menjadi pilar utama,” tegasnya.
Momentum Hari Kartini diharapkan mampu menginspirasi perempuan Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan, kewirausahaan, serta adaptasi terhadap perubahan ekonomi digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semangat Kartini adalah semangat untuk cerdas, tangguh, dan bijaksana. Hari ini, salah satu bentuk perjuangan itu adalah bagaimana perempuan mampu menjadi manajer keuangan keluarga yang handal, demi masa depan yang lebih stabil dan sejahtera,” pungkasnya.
- Tongkang Hilang, Tersangka Tak Ditahan, Mahasiswa Desak Bareskrim Segera Tahan Anton Timbang - 16/04/2026
- Tim Hukum Dan Ketua Yayasan IAI Rawa Aopa Bantah Tuduhan Dugaan Pelecehan Seksual - 15/04/2026
- Semangat Kartini Ditengah Tantangan Ekonomi : Bijak Mengelola Keuangan Keluarga Adalah Kunci Ketahanan Bangsa - 12/04/2026
Halaman : 1 2





















