Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme

Konsep SBM sebagai Model Ekonomi Berbasis Komunitas dan Kejujuran

Alam Massiri

- Penulis

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aspek Oligarkinomics SBM
Basis kekuatan Modal besar Komunitas
Relasi ekonomi Kompetitif Kolaboratif
Distribusi Terpusat Menyebar
Nilai utama Profit Kepercayaan

Sebagai perbandingan, ia menyatakan:

“Ketika ekonomi dikuasai oleh segelintir kekuatan modal, maka distribusi akan timpang. Snowball Business Model hadir sebagai alternatif yang berbasis pada kekuatan komunitas dan pemerataan.”

SBM sebagai Ekonomi Gotong Royong Modern

Dalam konteks Indonesia, SBM memiliki kesamaan nilai dengan konsep gotong royong. Perbedaannya terletak pada penerapannya dalam sistem bisnis modern yang terstruktur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Model ini mendorong:

  • saling membeli dalam komunitas

  • saling mempromosikan usaha

  • pertumbuhan bersama secara organik

Menurut Nandan Limakrisna:

“Snowball Business Model sejatinya adalah bentuk modern dari gotong royong, di mana setiap anggota saling mendukung, saling membeli, dan saling membesarkan dalam satu ekosistem bisnis.”

Relevansi di Era Digital

Perkembangan teknologi digital mempercepat implementasi SBM. Media sosial, platform digital, dan jaringan komunitas memungkinkan penyebaran informasi dan produk secara cepat tanpa biaya besar.

Dalam dunia media, konsep ini dapat diterapkan melalui:

  • distribusi berita berbasis komunitas

  • peningkatan loyalitas pembaca

  • penyebaran konten secara organik

Ia menegaskan:

“Di era digital, kekuatan jaringan menjadi semakin nyata. Snowball Business Model menemukan momentumnya karena teknologi memungkinkan kolaborasi dan distribusi terjadi secara cepat dan luas.”

Catatan Kritis

Meskipun menawarkan pendekatan yang inklusif, SBM tetap memiliki tantangan:

  • membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi

  • rentan disalahgunakan jika tidak berbasis nilai

  • memerlukan konsistensi dalam praktik, bukan sekadar konsep

Baca Juga:  Pedoman Peliputan dan Pemberitaan Anak: Prinsip Perlindungan dalam Praktik Jurnalistik

Nandan Limakrisna mengingatkan:

“Snowball Business Model tidak akan berjalan tanpa kejujuran dan komitmen bersama. Ketika nilai itu hilang, maka yang terjadi bukan pertumbuhan, tetapi penyimpangan dari tujuan awal.”

Penutup

Snowball Business Model yang dikembangkan oleh Nandan Limakrisna merupakan upaya menghadirkan kembali dimensi kemanusiaan dalam aktivitas ekonomi.

Model ini menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh kepercayaan dan relasi sosial yang sehat.

Di tengah dinamika ekonomi modern, SBM menawarkan perspektif bahwa keberlanjutan tidak hanya dibangun dari kekuatan finansial, tetapi juga dari nilai-nilai yang hidup di dalam komunitas.


* Penulis yang lebih dikenal dengan nama panggilan Alam Massiri adalah Wartawan Muda dengan No. Sertifikat : 31254-UPDM/Wda/DP/X/2025/01/01/76, dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Wilayah Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi DKI Jakarta.

Alam Massiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mediasi Utang Piutang di Grobogan Buntu, Berpotensi Masuk Ranah Pidana
OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa
PT Boni Internasional Multi Media Group Perkuat Peran Sosial di Tengah Pertumbuhan Media Digital
Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)
Lomba Kapal Nelayan Tradisional Meriahkan Gelora Bahari Seribu Utara 2026, Dorong Wisata dan Ekonomi Lokal
Prof Nandan Limakrisna Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Perkuat Kebersamaan dan Ekonomi Berkeadilan
Ketua Umum PEWARIS Lucky Indrawan Kecam Keras Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis
Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 13:43 WIB

Mediasi Utang Piutang di Grobogan Buntu, Berpotensi Masuk Ranah Pidana

Rabu, 1 April 2026 - 07:53 WIB

OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:04 WIB

PT Boni Internasional Multi Media Group Perkuat Peran Sosial di Tengah Pertumbuhan Media Digital

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:55 WIB

Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:59 WIB

Lomba Kapal Nelayan Tradisional Meriahkan Gelora Bahari Seribu Utara 2026, Dorong Wisata dan Ekonomi Lokal

Berita Terbaru