Detikberita, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya dukungan alumni dan institusi pendidikan dalam memperkuat sektor pangan dan energi nasional. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa bertema Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa kolaborasi antara alumni IPB dan institusi sangat dibutuhkan untuk mendukung prioritas utama pemerintah di sektor pangan. Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian, mulai dari padi, jagung, hingga perkebunan rakyat, memerlukan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kita sangat memerlukan dukungan teman-teman alumni IPB dan IPB sendiri. Prioritas utama saat ini adalah sektor pangan, baik pertanian padi, jagung, maupun perkebunan rakyat,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa tanpa pemanfaatan ilmu dan teknologi, pengembangan sektor pertanian tidak akan berjalan optimal. Menurutnya, inovasi seperti varietas baru padi dan bibit unggul kelapa menjadi contoh penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus nilai tambah melalui hilirisasi.
Zulkifli Hasan juga menyoroti tren global dalam konsumsi produk turunan kelapa. “Saat ini di luar negeri, orang minum kopi tidak lagi menggunakan susu, tetapi sudah beralih ke kelapa atau santan. Ini peluang besar bagi kita,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan karbohidrat dan protein. Menurutnya, sektor pertanian kini menjadi sangat strategis karena juga berperan dalam pengembangan energi terbarukan.
“Pertanian menjadi sektor penting karena kita juga mengembangkan energi terbarukan seperti E20 dan B50. Ini tidak mungkin kita capai tanpa dukungan para ahli dan pemanfaatan teknologi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa percepatan pengembangan energi terbarukan dan optimalisasi sumber daya nasional membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk akademisi dan praktisi.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah optimistis dapat mempercepat kedaulatan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis inovasi dan teknologi.























