Radio Tak Mau Kalah di Era TikTok, Streaming Jadi Senjata Gaet Pendengar

FIka

- Penulis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, Jakarta – Perkembangan teknologi digital mengubah wajah industri penyiaran, termasuk radio. Kehadiran platform streaming dan media sosial kini tak hanya dipandang sebagai tantangan, tetapi juga peluang bagi radio untuk memperluas jangkauan dan berinteraksi lebih dekat dengan pendengar.

Hal itu disampaikan Direktur Iswara, Tika Indria, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Bebas Namun Terbatas: Menjaga Kualitas dan Etika Konten di Era Streaming & Media Sosial”, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Tika mengatakan pelaku industri radio harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, radio tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola penyiaran konvensional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita punya tagline Suara Warga Indonesia. Terima kasih banget dengan adanya sosialisasi ini. Sebenarnya kita dari industri radio itu sudah harus in-press digital, sejujurnya kita berjualan juga harus dibantu digital,” ujar Tika kepada wartawan.

Menurut Tika, transformasi digital membuka ruang baru bagi radio untuk mengembangkan konten sekaligus memperluas pemasaran program.

“Harus jualan digital juga, bukan hanya sekadar model yang seperti ini,” katanya.

Radio Tak Lagi Hanya Didengar

Tika melihat salah satu perubahan besar dalam industri radio adalah hadirnya konten visual melalui platform digital. Siaran radio kini dapat dikemas dalam bentuk video sehingga pendengar sekaligus dapat melihat aktivitas penyiar di studio.

“Ini juga harus happy, oh ini toh penyiarnya, oh ini on the vision, bahwa mereka sedang ada di studio,” ujarnya.

Selain memperluas jangkauan, streaming melalui media sosial juga membuat komunikasi antara penyiar dan pendengar menjadi lebih interaktif. Pendengar dapat memberikan komentar hingga mengajukan pertanyaan secara langsung saat program berlangsung.

Baca Juga:  UGM Jajaki Pemanfaatan Panas Bumi untuk Pendingin Ruangan di Indonesia

“Dengan adanya streaming juga di TikTok, bisa tanya jawab, komen-komen antara penyiar dengan penyiar seperti itu,” jelas Tika.

Tetap Jaga Kualitas dan Etika Konten

Meski membuka banyak peluang, Tika menilai transformasi digital harus dibarengi dengan kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap karakter masing-masing platform.

Kecepatan penyebaran informasi di media sosial juga perlu diimbangi dengan tanggung jawab dalam memproduksi dan menyampaikan konten. Kualitas serta etika penyiaran dinilai tetap menjadi bagian penting yang tidak boleh ditinggalkan.

FGD tersebut menjadi forum bagi pelaku industri penyiaran, regulator, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas perkembangan penyiaran di tengah pesatnya pertumbuhan streaming dan media sosial.

Industri radio pun dituntut tidak hanya bertahan, tetapi mampu berinovasi mengikuti perubahan perilaku masyarakat. Integrasi antara siaran radio, streaming, dan media sosial menjadi salah satu strategi untuk mempertahankan relevansi radio sekaligus mendekatkan penyiar dengan pendengarnya.

Transformasi digital, dengan demikian, bukan berarti menghilangkan karakter radio sebagai media suara. Sebaliknya, perkembangan teknologi dapat memperluas ruang bagi radio untuk hadir dalam format yang lebih interaktif dan visual, tanpa meninggalkan kualitas serta etika dalam penyajian konten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Tiap Tahun G30S PKI, Ini Alasannya
FORKONAS PP DOB Desak Pemerintah Buka Moratorium Pemekaran Daerah
Tak Sekadar Rayakan HUT, Opsinews.co.id Ajak Yatim Piatu Liburan ke Dufan
Relawan Gibran Juara Deklarasikan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029
BIKE Gandeng Perumda Pasar Jaya Kembangkan Pasar Minggu Jadi Kawasan TOD
Demi Menjaga Martabat Dunia Pendidikan, Jalih Pitoeng Ajak Masyarakat Hadiri Persidangan Dokter Tifa dan Roy Suryo
PETIR Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores, Dorong Respons Cepat Pemerintah
Buronan & Dugaan Aliran Rp70 Miliar Kasus BTS, FORMASI Desak Kejagung Periksa Lagi Politikus Gerindra Nistra Yohan

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Radio Tak Mau Kalah di Era TikTok, Streaming Jadi Senjata Gaet Pendengar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Peringati Tiap Tahun G30S PKI, Ini Alasannya

Selasa, 29 September 2026 - 12:14 WIB

FORKONAS PP DOB Desak Pemerintah Buka Moratorium Pemekaran Daerah

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Tak Sekadar Rayakan HUT, Opsinews.co.id Ajak Yatim Piatu Liburan ke Dufan

Rabu, 23 September 2026 - 16:21 WIB

Relawan Gibran Juara Deklarasikan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029

Berita Terbaru