Detikberita, Tangerang – Habitat for Humanity Indonesia menggelar Diseminasi Hasil Studi Nasional terkait Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK) konstruksi di Golden Tulip Essential Tangerang, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, mitra internasional, hingga sektor swasta.
Acara dibuka oleh Arwin Soelaksono, Direktur Habitat for Humanity Indonesia yang menyebutkan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi melalui pelatihan dan sertifikasi. Ia menyoroti bahwa masih banyak pekerja di sektor ini yang belum memiliki keterampilan sesuai standar.
“Selama ini banyak pekerja bekerja hanya berdasarkan kebiasaan, bukan pengetahuan. Sekarang kami ingin mendorong agar mereka bekerja sesuai standar,” ujar Arwin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, rendahnya kualitas konstruksi tidak terlepas dari sistem yang belum sepenuhnya mendukung sertifikasi tenaga kerja. Ia berharap upaya ini mampu menciptakan pasar baru, di mana tenaga kerja bersertifikat memiliki nilai lebih di industri.
Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jerman, Nurissa Anindya, menyampaikan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Jerman dalam program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga penguatan sistem secara menyeluruh.
“Indonesia sudah memiliki regulasi yang kuat, namun tantangannya ada pada implementasi. Saat ini baru sekitar 6 persen tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat,” kata Nurissa.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya





















