Ekonomi Konsitusi:5 PR Besar Ini Wajib diBesarkan Demi Asta Cita Prabowo

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, DETIKBERITA.CO.ID –

Komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk menegakkan Sistem Ekonomi Konstitusi melalui Visi-Misi Asta Cita dinilai membutuhkan konsistensi kebijakan agar program pemerintah berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan berkeadilan.

Hal itu disampaikan Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, dalam analisisnya terkait tantangan struktural Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tanpa konsistensi, restrukturisasi perekonomian nasional melalui transformasi kebijakan dan kelembagaan tidak akan berhasil di masa depan,” tegas Defiyan di Jakarta pada Kamis,(4/6/2026).

5 Isu Kunci APBN dan Asta Cita

Defiyan memetakan setidaknya lima permasalahan kunci yang berkaitan dengan keterbatasan anggaran negara:

1. Alokasi MBG Terlalu Dominan

Proporsi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai terlalu besar jika dibandingkan dengan sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial, khususnya bagi kelompok masyarakat miskin.

2. Swasembada Pangan Butuh Koperasi & BUMN

Prioritas pembangunan sektor agro industry complex harus diperkuat lewat sinergitas koperasi dan BUMN. Fokusnya pada pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, perikanan, dan kelautan demi sasaran swasembada pangan.

3. Energi: Perkuat BUMN Strategis

Isu transisi energi serta ketahanan dan kedaulatan energi harus dijawab dengan kemandirian sektor energi dan sumber daya mineral. Caranya, perkuat posisi BUMN strategis yang menguasai hajat hidup orang banyak. Tata kelola laba BUMN oleh Danantara juga diarahkan untuk mendukung swasembada energi.

4. Kredit Rakyat Terganjal BI Checking

Pembangunan sektor perumahan rakyat masih terkendala aturan SLIK atau BI Checking oleh OJK. Defiyan mendorong reformasi BI dan perbankan umum agar akses kredit bagi masyarakat kecil dan sektor UKM lebih terbuka.

Baca Juga:  Opini : Sultra di Persimpangan: Antara Berkah Alam dan Luka Tambang Ilegal

5. Perkuat Bappenas untuk Indonesia Emas 2045

Lembaga perencanaan pembangunan nasional, Bappenas, perlu diperkuat untuk menjaga konsistensi visi-misi Asta Cita selama 10 tahun ke depan. Ini krusial demi mencapai target Indonesia Emas 2045.

Kabinet Gemuk dan Moral Hazard

Defiyan mengingatkan, visi-misi yang sudah konstitusional tidak akan berarti jika tidak dijalankan lewat kebijakan dan program yang konsisten.

“Jika tidak didukung postur dan struktur APBN yang alokasinya tepat, akan memunculkan moral hazard,” ujarnya.

Ia menambahkan, APBN harus mencerminkan kemampuan program sektoral pemerintah dalam mendukung pencapaian Visi-Misi secara proporsional, efektif, dan efisien.

“Jumlah anggota kabinet yang gemuk, menjadi salah satu kendala terbesar dalam membangun organisasi pemerintahan yang hemat dan berdaya guna bagi APBN,” tutup Defiyan.

Sumber : Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Reporter : Edo Lembang
Editor : Zaenal Langgar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Luar Biasa Joe Thunder Ciptakan Lagu Untuk 38 Provinsi
Salurkan Bantuan Kemanusiaan,Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1Sumbang Rp 50 Juta Pada Korban Ke Bakaran di Pasar Jiung Kemayoran
Harapan Solusi Terbaik Atas Penerbitan Paspor Anak,Korban Berharap Pihak Imigrasi Bantu Fasilitasi Mengembalikan Buah Hati
Kapolda Metro Jaya Lantik 993 Bintara Remaja di SPN Lido
Jasa Raharja DKI Jakarta dan KSOP Lakukan Edukasi Keterjaminan dan Keselamatan Penumpang Kapal Laut di Pelabuhan Muara Angke
Film Jangan Buang Ibu Rilis Official Trailer Terbaru, Ingatkan untuk Berbagi dan Menghargai Keluarga di Momen Idul Adha
Menjaga Rupiah Tidak Cukup dengan Suku Bunga
Di Tengah Rivalitas Amerika–China, Indonesia Memerlukan Kedaulatan Ekonomi Rakyat

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:53 WIB

Luar Biasa Joe Thunder Ciptakan Lagu Untuk 38 Provinsi

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:14 WIB

Ekonomi Konsitusi:5 PR Besar Ini Wajib diBesarkan Demi Asta Cita Prabowo

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:39 WIB

Salurkan Bantuan Kemanusiaan,Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1Sumbang Rp 50 Juta Pada Korban Ke Bakaran di Pasar Jiung Kemayoran

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:05 WIB

Harapan Solusi Terbaik Atas Penerbitan Paspor Anak,Korban Berharap Pihak Imigrasi Bantu Fasilitasi Mengembalikan Buah Hati

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:04 WIB

Kapolda Metro Jaya Lantik 993 Bintara Remaja di SPN Lido

Berita Terbaru