Koperasi Sentra Pengrajin Seluruh Indonesia Jadi Wadah Baru UMKM dan IKM Berkembang

S. Erfan Nurali

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Timur – Di tengah tantangan yang dihadapi pelaku usaha kecil dan menengah, secercah harapan lahir dari kawasan Pusat Industri Kecil (PIK) Pulogadung. Para pengrajin yang selama ini berjuang mempertahankan usahanya kini memiliki wadah baru untuk bergerak bersama melalui pembentukan Koperasi Sentra Pengrajin Seluruh Indonesia.

Koperasi yang berkedudukan di Komplek PIK Blok E No. 288-289 Jakarta Timur tersebut resmi dibentuk dengan susunan pengurus yang terdiri dari Nurdin sebagai Ketua, Mohamad Amin sebagai Sekretaris, dan Ardian sebagai Bendahara.

Pembentukan koperasi ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan kekuatan para pelaku IKM dan UKM, khususnya para pengrajin yang selama bertahun-tahun menjadi bagian penting dari roda perekonomian nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Koperasi Sentra Pengrajin Seluruh Indonesia, Nurdin, mengatakan bahwa koperasi hadir sebagai jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi para pengrajin saat ini, mulai dari menurunnya daya saing produk lokal, keterbatasan pemasaran, hingga minimnya akses investasi yang berpihak kepada pelaku usaha.

Menurutnya, semangat membangun koperasi sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui gerakan koperasi yang kini semakin digalakkan di berbagai daerah.

“Kami ingin para pengrajin tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Melalui koperasi, kita membangun kekuatan bersama agar lebih mampu menghadapi tantangan usaha dan memanfaatkan peluang yang ada,” ujar Nurdin.

Ia menilai, para pengrajin di kawasan PIK Pulogadung memiliki kualitas dan keterampilan yang tidak kalah dengan produk luar negeri. Namun, perubahan pola konsumsi masyarakat dan pesatnya perkembangan teknologi membuat para pelaku usaha harus beradaptasi dengan sistem pemasaran yang lebih modern.

Karena itu, salah satu fokus utama koperasi adalah membantu para anggota memasuki pasar digital melalui berbagai platform pemasaran online. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan nilai jual produk-produk hasil karya pengrajin lokal.

Baca Juga:  Seminar AGRIMAT 2026 Soroti Dominasi Korporasi dan Nasib Peternak Rakyat

“Kami ingin produk-produk buatan pengrajin Indonesia tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital,” katanya.

Selain pemasaran, koperasi juga akan menjadi wadah kolaborasi antara pengrajin, pemilik modal, dan pelaku pemasaran sehingga tercipta ekosistem usaha yang saling menguntungkan. Dengan demikian, hasil usaha dapat dirasakan secara merata oleh seluruh pihak yang terlibat.

Pada tahap awal, koperasi akan memprioritaskan pembinaan bagi pengrajin sepatu, tas, dan sandal yang selama ini menjadi sektor unggulan di kawasan PIK Pulogadung. Ke depan, koperasi menargetkan dapat merangkul berbagai bidang kerajinan lainnya, termasuk dompet, garment, dan produk kreatif lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui semangat gotong royong yang menjadi fondasi koperasi, para pengrajin berharap dapat kembali menghidupkan kejayaan sentra industri kecil yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat.

“Kami ingin membuktikan bahwa ketika para pelaku usaha bersatu, saling mendukung, dan bergerak bersama, maka ekonomi rakyat akan semakin kuat dan mampu menjadi pilar penting pembangunan bangsa,” tutup Nurdin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjaga Rupiah Tidak Cukup dengan Suku Bunga
Di Tengah Rivalitas Amerika–China, Indonesia Memerlukan Kedaulatan Ekonomi Rakyat
Seminar AGRIMAT 2026 Soroti Dominasi Korporasi dan Nasib Peternak Rakyat
700 Juta Telur: Peluang atau Ketergantungan Baru?
Ketika Diplomasi Energi Mentok, Saatnya Indonesia Berdaulat dari Dalam
Kedaulatan Ekonomi: Antara Diplomasi Global dan Kekuatan dari Dalam
PT Boni Internasional Multi Media Group Perkuat Peran Sosial di Tengah Pertumbuhan Media Digital
Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:46 WIB

Koperasi Sentra Pengrajin Seluruh Indonesia Jadi Wadah Baru UMKM dan IKM Berkembang

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:32 WIB

Menjaga Rupiah Tidak Cukup dengan Suku Bunga

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:21 WIB

Di Tengah Rivalitas Amerika–China, Indonesia Memerlukan Kedaulatan Ekonomi Rakyat

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:07 WIB

Seminar AGRIMAT 2026 Soroti Dominasi Korporasi dan Nasib Peternak Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 - 13:10 WIB

700 Juta Telur: Peluang atau Ketergantungan Baru?

Berita Terbaru