BATAM, Kepulauan Riau (Detikberita.co.id) — Drama pembungkaman sarang narkoba di Kepulauan Riau oleh Bareskrim Polri belakangan ini mendadak kehilangan taringnya. Publik tak lagi mempan dianiaya dengan pencitraan lewat penggerebekan sekelas HH CLUB, Planet 3.0 Pub & KTV, V Club, N CLUB, hingga Newton P2, Planet 1, dan F1 Club di Hotel Planet Holiday.
Langkah tersebut memang memukul telak, namun justru membuka tabir kecurigaan yang jauh lebih memuakkan: Apakah Bareskrim Polri benar-benar tulus memberantas narkoba, atau hanya menjadi alat penindas bertema “pesanan”?
Kini, sorotan publik menghantam lurus ke satu titik yang selama ini terkesan licin bagai belut dan tak tersentuh hukum: Hotel Pacific Palace!
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pacific Palace: Benteng Narkoba yang Seolah “Kebal Hukum”?
Dugaan peredaran barang haram di club malam Hotel Pacific Palace bukan lagi rahasia umum—ini sudah menjadi fakta terbuka yang menampar muka para penegak hukum di Kepulauan Riau. Dugaan peredarannya dinilai sudah sangat masif, gila-gilaan, dan terang-terangan.
Namun, di mana Bareskrim ketika Pacific Palace terus beroperasi melompati hukum? Mengapa club-club lain dihancurkan tanpa ampun, sementara Pacific Palace seolah melenggang bebas seperti area yang sengaja diistimewakan?
Penindakan yang tebang pilih adalah bentuk pengkhianatan paling busuk terhadap penegakan hukum! Jika Bareskrim berani merata-tanakan club lain, mengapa mendadak ciut dan ‘bisu-tuli’ saat berhadapan dengan Hotel Pacific Palace? Di mana nyali kalian?”
Membongkar Tabir “Operasi Pesanan”
Masyarakat Batam tidak butuh sekadar komedi penindakan berdurasi pendek. Penggerebekan di tempat-tempat sebelumnya akan dianggap tak lebih dari sekadar permainan bisnis atau pengalihan isu jika Hotel Pacific Palace tetap dibiarkan berdiri kokoh mengedarkan racun narkoba.
Pertanyaan mendasar yang menghantam integritas Bareskrim Polri hari ini:
Punya nyali atau tidak menyapu bersih jaringan di dalam KTV dan Club Hotel Pacific Palace?
Apakah hukum di negara ini berani menyentuh para dalang di balik Pacific Palace, ataukah Bareskrim sudah kehabisan taji ketika menyenggol nama besar?
Buktikan Taji, Sikat Tanpa Sisa!
Gelar “pemburu narkoba” yang disandang Bareskrim Polri saat ini berada di jurang ketidakpercayaan masyarakat. Publik menuntut pembuktian nyata, bukan sekadar gertakan kosong di hadapan kamera wartawan.
Bareskrim Polri, tunjukkan taji dan keperkasaan kalian! Ratakan peredaran narkoba di Hotel Pacific Palace sekarang juga, atau akuilah di hadapan rakyat bahwa kalian memang tidak punya nyali!(Lk)
- IPJI Kepri Siap Turun Ke Jalan: Duduk Perkara Pernyataan Wawako Batam Bukan Sekadar Kekeliruan, Tapi Kesombongan - 29/08/2026
- Polresta Barelang Gelar Sertijab PJU, Kompol Agung Tri Poerbowo Nakhodai Satreskrim - 22/08/2026
- Skandal Mafia Tanah Rp6,7 Miliar di Batam: Oknum RT, Pengembang Penipu, dan Aparat Dituntut Bertanggung Jawab Atas Kehancuran 93 KK - 22/08/2026























