Aktivitas Tambang Pasir Diduga Ilegal di Sambau Beroperasi Bebas, Keterlibatan Oknum Aan Disorot

ENardo

- Penulis

Sabtu, 19 September 2026 - 01:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita.co.id ,BATAM — Aktivitas penambangan pasir yang diduga kuat tidak mengantongi izin resmi di wilayah Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, kembali memicu keresahan warga. Meski telah lama disorot publik, kegiatan penyedotan dan pengerukan pasir tersebut disinyalir masih terus beroperasi secara bebas tanpa menyentuh sanksi hukum.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan dari sejumlah sumber, kegiatan tambang pasir ilegal tersebut diduga dikelola oleh seorang oknum berinisial A atau yang akrab disapa Aan. Keberadaan aktivitas yang terkesan kebal hukum ini memicu spekulasi di tengah masyarakat terkait adanya dugaan perlindungan (back up) dari pihak-pihak tertentu.

Sejumlah warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas kerusakan lingkungan yang makin masif. Pengerukan tanah yang dilakukan secara tidak terkendali telah merusak struktur tanah alami, sehingga meningkatkan potensi bahaya erosi, longsor, hingga banjir saat musim hujan tiba.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau dibiarkan terus, kami khawatir terjadi longsor. Kontur tanah sudah berubah drastis karena terus digali. Jika terjadi bencana, masyarakat sekitar yang akan menanggung dampaknya,” ujar salah seorang warga kepada awak media.

Selain ancaman bencana alam, warga juga mempertanyakan efektivitas pengawasan dari dinas terkait serta aparat penegak hukum (APH). Pasalnya, pengerukan dan pengangkutan pasir diduga ilegal tersebut tampak berlangsung terang-terangan tanpa ada tindakan tegas yang terlihat di lapangan.

Secara regulasi, kegiatan pertambangan tanpa izin (PETI) jelas melanggar ketentuan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Baca Juga:  Ronny Mepet : Perundungan Bukan Lagi Sekadar Candaan

Atas dasar itu, masyarakat mendesak Polresta Barelang, Polda Kepri, serta Pemerintah Kota Batam melalui instansi lingkungan hidup untuk segera turun ke lokasi melakukan inspeksi dan penindakan tegas.

“Kami meminta aparat dan pemerintah tidak menunggu timbulnya korban jiwa atau pemukiman yang tergerus longsor baru bertindak. Jika memang kegiatan ini ilegal dan merusak lingkungan, harus segera ditutup dan diproses hukum,” tegas warga lainnya.

Hingga rilis ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi dan mengumpulkan klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk oknum bernama Aan yang diduga sebagai pengelola, guna memperoleh keterangan yang berimbang sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.(Lk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menguras Air Mata,Film Pendek “Senyum yang Kembali di Bawah Tiang Bendera”Angkat Perjuangan Siswi Pengidap Kangker
PP ISMAHI Desak Negara Ungkap Pelaku dan Dalang Dugaan Penyadapan Presiden!
Dugaan Penyadapan Mantan Kapolri Listyo Sigit Menguak, 43 Nama Tokoh Disebut Masuk Daftar yang Beredar
Puteri Batik Cilik Indonesia 2026 Sukses Digelar, Libatkan Peserta dari Berbagai Daerah
Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari
Seminar Nasional Universitas Trisakti Bahas Masa Depan Otsus dan IKN, Ini Harapan Akademisi
Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
TECNO MEGABOOK K15S Resmi Hadir, Tawarkan Layar 15,6 Inci dan Performa AMD Ryzen 5
Berita ini 29 kali dibaca

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:41 WIB

Menguras Air Mata,Film Pendek “Senyum yang Kembali di Bawah Tiang Bendera”Angkat Perjuangan Siswi Pengidap Kangker

Kamis, 5 November 2026 - 13:16 WIB

PP ISMAHI Desak Negara Ungkap Pelaku dan Dalang Dugaan Penyadapan Presiden!

Rabu, 4 November 2026 - 23:31 WIB

Dugaan Penyadapan Mantan Kapolri Listyo Sigit Menguak, 43 Nama Tokoh Disebut Masuk Daftar yang Beredar

Rabu, 4 November 2026 - 20:26 WIB

Puteri Batik Cilik Indonesia 2026 Sukses Digelar, Libatkan Peserta dari Berbagai Daerah

Rabu, 4 November 2026 - 17:57 WIB

Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari

Berita Terbaru