Detikberita, Bekasi – PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan pendapatan dari kontrak pelanggan sebesar Rp917,3 miliar. Realisasi tersebut tumbuh 5,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp869,1 miliar.
Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh segmen industri farmasi yang meningkat 7,23 persen secara tahunan menjadi Rp820 miliar.
Dalam paparan publik yang digelar di Bekasi Barat, Selasa (9/6/2026), manajemen menyampaikan bahwa laba kotor perseroan naik 4,70 persen menjadi Rp137,2 miliar. Sementara itu, laba usaha tumbuh lebih tinggi, yakni 22,18 persen menjadi Rp88,8 miliar berkat peningkatan laba kotor dan efisiensi biaya operasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari sisi keuangan, kewajiban perusahaan meningkat Rp31,3 miliar atau 59,11 persen dibandingkan 2024, yang terutama dipengaruhi kenaikan utang usaha. Perseroan juga mencatat peningkatan rasio laba terhadap ekuitas sebesar 9,69 persen.
Presiden Direktur PT Champion Pacific Indonesia Tbk, Masanobu Ojima, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pendapatan, tetapi juga menjaga profitabilitas.
“Kita ingin bagian atas di pendapatannya tercapai, tapi juga kita ingin berusaha untuk menetapkan margin sehingga kita juga mencapai laba yang ditargetkan,” kata Masanobu.
Memasuki 2026, IGAR menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 9,69 persen dengan tetap mempertimbangkan kondisi industri farmasi. Untuk mendukung ekspansi, perusahaan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp88 miliar.
“Untuk capex seperti tadi yang disampaikan adalah kita rencana di 2026 itu sekitar Rp88 miliar,” ujar Masanobu.
Meski demikian, rencana pembangunan pabrik baru masih dalam tahap kajian. Perseroan akan mempertimbangkan perkembangan penjualan dan peluang pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
“Kalau memang dibutuhkan suatu saat mungkin kita juga akan melakukan pembangunan di tempat yang baru,” ucapnya.
Selain itu, perusahaan terus menjalankan program efisiensi proses produksi guna menjaga produktivitas dan mendukung pertumbuhan bisnis pada tahun berjalan.


















