Komisi III DPRD Kabupaten Konawe Terus Menunjukkan Komitmennya Dalam Memperjuangkan Kesejahteraan Tenaga Pendidik Khususnya Bagi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja(PPPK)

Suhardin Tosepu

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONAWE, 29 Januari 2026

 Komisi III DPRD Kabupaten Konawe terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya bagi Pegawai Pemerintah dengan  Meski demikian, langkah ini masih terganjal tantangan keterbatasan kemampuan fiskal atau anggaran daerah.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Konawe, Ir. Joni Pisi, M.Si., menjelaskan bahwa secara regulasi, standar penggajian bagi PPPK penuh waktu sudah ditetapkan dengan jelas oleh pemerintah pusat. Namun, persoalan krusial muncul pada skema PPPK paruh waktu yang hingga kini belum memiliki ketentuan baku mengenai besaran penghasilannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk PPPK penuh waktu, standarnya sudah ada. Yang menjadi persoalan dan belum memiliki standar tetap adalah PPPK paruh waktu,” ujar Joni Pisi saat dikonfirmasi, Rabu (29/1/2026).

Kehati-hatian dalam Kebijakan Finansial Joni mengungkapkan bahwa saat ini pembayaran gaji PPPK paruh waktu masih mengacu pada ketentuan lama dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Kebijakan ini diambil secara hati-hati agar tidak membebani APBD secara berlebihan yang justru berisiko pada tersendatnya pemenuhan hak pegawai di masa depan.

“Kami sangat berhati-hati karena setiap SK yang diterbitkan membawa konsekuensi finansial. Jangan sampai mereka tidak bisa menjalankan tugas sesuai SK karena anggaran daerah yang tidak mencukupi,” jelas Ketua Fraksi Konawe Emas (PDIP–PKB) tersebut.

Kualitas Guru Jadi Prioritas Selain masalah kesejahteraan, Joni Pisi menegaskan bahwa DPRD tidak hanya fokus pada pemenuhan kuantitas atau jumlah tenaga PPPK. Menurutnya, kualitas dan kompetensi guru adalah ujung tombak kemajuan pendidikan di Konawe.

Baca Juga:  Komnas Perempuan Apresiasi ISNU Dorong Gerakan Bersama Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

“DPRD terus mendorong pemerintah dalam setiap rapat koordinasi. Yang terpenting bukan hanya jumlah guru, melainkan kualitasnya. Kami ingin ada strategi lintas sektor untuk meningkatkan kompetensi personel agar potensi SDM yang ada benar-benar termanfaatkan secara maksimal,” tegas Joni.

Pengawasan Anggaran Pendidikan Mengenai transparansi anggaran, Joni menyebut DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara ketat untuk memastikan program pembangunan infrastruktur pendidikan dan peningkatan SDM berjalan sesuai perencanaan.

Meski begitu, ia mengakui adanya batasan dalam akses data teknis. DPRD sejauh ini lebih banyak menerima gambaran anggaran secara global, sementara rincian penggunaan anggaran berada dalam kewenangan penuh pemerintah daerah (eksekutif).

“Secara garis besar (gelondongan) kami mengetahui jumlahnya, namun untuk rincian detailnya merupakan domain pemerintah daerah,” pungkas mantan Ketua Komisi II tersebut.

Upaya Komisi III ini menjadi sinyal bahwa peningkatan kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas legislatif, sembari terus mencari solusi atas tantangan keterbatasan anggaran yang dihadapi Kabupaten Konawe. . (Red SIN/YT)

Suhardin Tosepu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara
RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat
Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan
Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban
SINERGITAS ALIANSI JURNALIS BERSATU DAN 4 WILAYAH SALUR KAN HEWAN KURBAN
Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah
SMAN 1 Garut Siap Jadi Pelopor “Sekolah Maung” Jawa Barat, Perkuat Tradisi Prestasi Nasional
GMPD Jakarta Gelar Unras di Kantor PLN, Desak Pencopotan Dirut PLN Usai Blackout Sumatera

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:19 WIB

RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:49 WIB

Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:32 WIB

Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:35 WIB

Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah

Berita Terbaru