LOMBOK TIMUR, DETIK BERITA –
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat kembali menjadi sorotan publik setelah beredar video yang memperlihatkan nasi dalam kotak makan siswa diduga “bolong” atau kosong di bagian tengah. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Pondok Pesantren Sa’adatul Islamiah NWDI Tembeng Putik, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, dan mulai viral di media sosial pada pertengahan Februari 2026.
Dalam video yang beredar, nasi terlihat penuh dari bagian atas saat kotak makan masih tertutup. Namun setelah dibuka dan diaduk, bagian tengah nasi tampak kosong, sehingga memunculkan dugaan porsi makanan dikurangi secara tidak wajar. Kondisi tersebut memicu keluhan dari sejumlah orang tua siswa yang mempertanyakan transparansi dan standar penyajian makanan dalam program MBG.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain persoalan porsi nasi, beberapa orang tua juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kualitas lauk yang disajikan. Ada laporan yang menyebutkan lauk bersantan diduga sudah basi, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan konsumsi makanan bagi para santri.
Keluhan tersebut pertama kali menyebar melalui video kiriman orang tua siswa yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan media lokal. Sejumlah pihak sekolah disebut telah menyampaikan keberatan kepada dapur mitra penyedia makanan agar memperbaiki tata kelola penyajian dan memastikan kualitas makanan sesuai standar program.
Hingga laporan awal mencuat, belum ada klarifikasi resmi dari pihak dapur mitra terkait dugaan pengurangan porsi maupun kualitas makanan yang dipermasalahkan. Sementara itu, masyarakat mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengawasan distribusi makanan MBG di sekolah dan lembaga pendidikan.
Kasus nasi diduga bolong ini menambah daftar persoalan pelaksanaan MBG di NTB yang sebelumnya juga sempat diwarnai laporan dugaan makanan basi di beberapa wilayah. Kondisi tersebut mendorong tuntutan publik agar pengawasan program diperketat, mengingat MBG merupakan program nasional yang menyangkut pemenuhan gizi anak dan pelajar.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan penelusuran lapangan guna memastikan fakta kejadian serta menjamin pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan awal, yakni menyediakan makanan bergizi yang aman dan layak bagi penerima manfaat.
- OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa - 01/04/2026
- Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 3,39 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Travoy Jadi Andalan Pemudik - 24/03/2026
- Undang-Undang Pers dan Regulasi Terkait: Fondasi Hukum bagi Kebebasan dan Tanggung Jawab Media - 16/03/2026























